• KANAL BERITA

Puluhan Stan Pasar Murah Diserbu Warga Magelang

Dipenuhi Aksi Sosial

 Warga berebut mendapatkan pakaian yang dijual murah di momen Pasar Murah di kawasan Alun-alun Kota Magelang.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
Warga berebut mendapatkan pakaian yang dijual murah di momen Pasar Murah di kawasan Alun-alun Kota Magelang.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang menghadirkan pasar murah di kawasan Alun-alun Kota Magelang dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sebanyak 80 stan memenuhi tenda-tenda yang ada dengan menjual aneka kebutuhan pokok dari sembako, pakaian, makanan ringan, hingga aksesori.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih mengatakan, adanya pasar ini untuk memenuhi ketersediaan kebutuhan masyarakat, minimal bahan pokok. Khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Banyak yang turut serta membuka stand, seperti Dinas Pertanian, Gerakan Koperasi, organisasi wanita, pelaku usaha batik, makanan, konveksi, dan seluruh kelurahan di Kota Magelang,” ujarnya di sela acara, Rabu (22/5).

Dia menuturkan, pasar yang diadakan dua hari sampai Kamis (23/5) ini sekaligus bertujuan menjaga kelancaran dan stabilitas harga pada tingkat masyarakat kurang mampu. Juga memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) supaya bisa menjual produk-produknya. 

“Semua barang-barang dijual lebih murah dari pasaran, selisihnya berkisar Rp 3.000 - Rp 5.000,” katanya.

Retno menegaskan, seluruh barang yang dijual harus lebih murah dari harga biasanya. Hal itu ditekankan kepada pedagang sebelum kegiatan dimulai. Bahkan, OPD, swasta, dan sejumlah peserta pasar murah yang sukarela memberikan subsidi.

“Justru mereka tergerak untuk berbuat sosial. Misalnya ada paket gratis untuk masyarakat kurang mampu dari GOW (Gabungan Organisasi Wanita), kemudian aksi sosial dari komunitas Mighty Woman Magelang, dan lainnya,” jelasnya.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito usai pembukaan mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyambut Lebaran 1440/2019. Sebab, momen Lebaran tahun ini bersamaan dengan tahun ajaran baru, sehingga ia mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan pendidikan anak.

“Boleh merayakan Idul Fitri, merayakan kemenangan, tapi jangan berlebihan. Sehingga, tidak terjadi fluktuasi harga yang tidak terkendali,” tandasnya.

Ia mengaku, sudah meninstruksikan OPD terkait, seperti Disperindag dan Kabag Perekonomian, untuk terjun langsung memantau peredaran barang-barang kebutuhan masyarakat di pasar menjelang Lebaran.

“Saya ingin pastikan barang-barang yang beredar aman, tidak kadaluarsa, dan distribusi lancar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Mighty Women Magelang, Lida Misela mengutarakan, timnya memang sengaja ikut dalam momen pasar murah ini untuk saling berbagi kepada masyarakat kurang mampu. Pihaknya pun menyediakan 100 bungkus sembako untuk warga kurang mampu secara gratis.

“Satu bungkus nilainya Rp 55 ribu dengan isi minyak goreng, sirup, beras, dan jelly. Kami juga jual murah pakaian pantas pakai yang uang hasil penjualan kita sedekahkan ke warga kurang mampu. Intinya, kami ingin berbagi di momen bulan penuh berkah ini,” imbuhnya.


(Asef Amani/CN42/SM Network)