• KANAL BERITA

Soal Jalan Tahunan-Pakel, Pemkab Rembang Angkat Tangan

Kerusakan jalan Desa Tahunan menuju Dukuh Pakel Kecamatan Sale lagi-lagi belum bisa tertangani tahun ini meskipun tingkat kerusakannya tergolong berat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Kerusakan jalan Desa Tahunan menuju Dukuh Pakel Kecamatan Sale lagi-lagi belum bisa tertangani tahun ini meskipun tingkat kerusakannya tergolong berat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pemkab Rembang angkat tangan terkait dengan penanggulangan kerusakan jalan dari Desa Tahunan Menuju Dukuh Pakel. Selama ini, hampir semua ruas jalan tersebut kondisi rusak parah dan beberapa titik di antaranya membahayakan karena rawan longsor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU), Sugiarto menyatakan, penanganan jalan di kawasan tersebut hanya di sekitar Tahunan saja. Itu pun penanganan yang dilakukan hanya berupa pemeliharaan, bukan peningkatan.

Menurut Sugiarto, status kepemilikan jalan menuju Dukuh Pakel adalah Perhutani menjadi ganjalan. Penanganannya jalan itu membutuhkan izin sampai kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, penanganan jalan tersebut pun juga harus mendapatkan rekomendasi dari Perhutani Pusat di Jakarta. Prosedur yang cukup panjang tersebut diakui oleh Sugiarto menyusahkan DPUTARU dalam melakukan penanganan.

“Penanganannya harus izin sampai ke Kementerian dan mendapat rekomendasi dari Perum Perhutani Pusat. Sehingga susah sekali. Kalau tidak izin, nanti bisa bermasalah seperti Sale-Tegaldowo,” terang Sugiarto.

Sebelumnya, dalam tarawih keliling (tarling) di Kecamatan Sale, Bupati Abdul Hafidz menyebut, untuk jalan di Kecamatan Sale yang tahun ini mendapatkan kepastian dibangun adalah jalan di Dukuh Kentong menuju Desa Bancang. Penanganan jalan tersebut dianggarkan dari APBD sebesar Rp 2 miliar.

Selain Bancang-Sale, rencana penanganan jalan juga akan dilakukan terhadap Ruas Sale-Jinanten. Pemkab menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk melakukan penggantian aspal terhadap jalan itu.

Sementara itu, Kades Tahunan Ngalimun mengatakan, jalan dari Tahunan menuju Dukuh Pakel sudah rusak nyaris seluruhnya. Beberapa bagian yang rusak parah sudah dilakukan pengurukan oleh perusahaan tambang yang beroperasi di sana.

Ngalimun mengungkapkan, usulan penanganan sudah berulang kali dilakukan melalui kegiatan Musrenbang sudah dilakukan mulai tahun 2014 sampai 2019. Bahkan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang sudah pernah melakukan pengukuran terhadap jalan tersebut.

“Iya memang betul itu jalan milik Perhutani. Tetapi masih ada sekitar 1 kilometer jalan yang statusnya milik Pemkab Rembang, kondisinya rusak. Harapan warga bisa diperbaiki. Sudah berulang-kali diusulkan melalui Musrenbang,” tandas Ngalimun.


(Ilyas al-Musthofa/CN42/SM Network)