• KANAL BERITA

Relawan IT BPN Sesalkan Keputusan Bawaslu

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Relawan IT BPN, Dian Fatwa menyesalkan keputusan Bawaslu terkait laporan Pelanggaran Administrasi Pemilu TSM. Dalam laporannya Dian Fatwa, salah satu anggota Relawan IT BPN, menemukan beberapa pelanggaran pasal 286 ayat (1) UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu, di mana Paslon dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih.

"Ini putusan aneh, bukti yang kami sertakan adalah Peraturan Pemerintah (PP) no 15 tahun 2019 tentang kenaikan gaji ASN. Link berita hanya  menguatkan bahwa memang terbukti pemerintah telah memberikan kenaikan gaji kepada seluruh ASN. Kenapa yang dijadikan alasan link berita, bukan saksi yang kami siapkan dan Peraturan Pemerintah," kata Dian.

Lebih jauh Dian menganggap putusan Bawaslu tidak fair, karena saksi-saksi yang telah disiapkan belum diberi kesempatan untuk menyatakan adanya pelanggaran TSM.  Padahal PP 15/2019 menurut Dian, tidak ubahnya seperti caleg memberikan serangan fajar untuk mempengaruhi pemilih. Hanya bedanya ini dilegalkan, sementara caleg tidak punya otoritas legal seperti yang dipunyai oleh incumbent Paslon sebagai Presiden.

Sebaliknya, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menilai, putusan Bawaslu sudah benar. Karena menurut Karding, keputusan yang penting tidak boleh bukti yang kaleng-kaleng. Tanpa bukti yang betul dapat dipertanggungjawabkan dan benar ada. "Dan saya yakin Bawaslu lembaga independen dan pengalaman yang cukup panjang. Sehingga apa yang diputuskan oleh bawaslu sudah melalui kajian hukum yang panjang di internal bawaslu. Bawaslu juga memiliki integritas," ujar Karding.


(Mahendra Bungalan/CN26/SM Network)