• KANAL BERITA

Langgar Aturan Penerbangan, Ratusan Powerbank Dimusnahkan

Petugas Angkasa Pura I Yogyakarta memusnahkan powerbank hasil sitaan dari pengguna Bandara Adisutjipto sepanjang Januari-April 2019 di Lapangan NDB, Senin (20/5).(suaramerdeka.com/dok)
Petugas Angkasa Pura I Yogyakarta memusnahkan powerbank hasil sitaan dari pengguna Bandara Adisutjipto sepanjang Januari-April 2019 di Lapangan NDB, Senin (20/5).(suaramerdeka.com/dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 326 unit power bank dimusnahkan oleh otorita Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Senin (20/5). Pemusnahan dilakukan dengan memasukan perangkat pengisi baterai portabel itu ke dalam tong berisi air.  

Ditemui disela kegiatan pemusnahan di Lapangan NDB Angkasa Pura I Yogyakarta, Airport Security Senior Manager Bandara Adisutjipto Muhammad Nazir mengatakan, powerbank tersebut merupakan hasil sitaan petugas sepanjang periode Januari sampai dengan April 2019. Dasarnya adalah pasal 335 UU Nomer 1 Tahun 2009  tentang Penerbangan, yang menyebutkan penumpang, personel pesawat udara, bagasi, kargo, dan pos yang akan diangkut harus memenuhi persyaratan keamanan. 

"Petugas keamanan bandara akan menahan barang bawaan yang masuk golongan dilarang atau prohibited items. Selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Lebih spesifik, ketentuan mengenai membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada penerbangan diatur dalam SE Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomer 015 Tahun 2018. Sesuai surat edaran itu, powerbank diperbolehkan dibawa dalam penerbangan dengan syarat berkapasitas maksimum 20.000 MaH.

Untuk powerbank kapasitas 20.000-32.000 MaH harus mendapat persetujuan dari Badan Usaha Angkutan Udara, dan Perusahaan Angkutan Udara Asing. Sedangkan powerbank berkapasitas diatas 32.000 MaH dilarang dibawa masuk ke pesawat. 

"Powerbank dibawah 32.000 MaH dengan beberapa syarat tambahan seperti maksimal hanya dua buah dan tidak dimasukkan dalam bagasi," kata Nazir.

Selain powerbank, pihak Angkasa Pura I juga memusnahkan beberapa barang dilarang lain. Diantaranya 1.362 buah dangerous article seperti gunting, pisau, obeng; 974 buah dangerous goods seperti korek gas dan korek kayu; serta 117 botol liquid, aeorosol, dan gel yang ukurannya melebihi 100 ml. 

Sesuai peraturan, penumpang diberi waktu selama satu bulan untuk mengambil barang-barang tersebut. Apabila hingga batas waktu tidak diambil maka dapat dimusnahkan oleh petugas yang berwenang. 

Nazir melanjutkan, ke depan pihaknya akan lebih mengintensifkan sosialisasi mengenai peraturan barang bawaan yang dilarang. Sebab diakui banyak penumpang yang belum tahu aturan tersebut.


(Amelia Hapsari/CN42/SM Network)