• KANAL BERITA

Aparat Satlantas Polres Magelang Cegat Pengendara yang Tertib

Dibagikan Takjil

Kasatlantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto bersama anggota mencegat pengendara dan membagikan takjil di jalan saat mendekati waktu berbuka puasa.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
Kasatlantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto bersama anggota mencegat pengendara dan membagikan takjil di jalan saat mendekati waktu berbuka puasa.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Sejumlah petugas Satlantas Polres Magelang Kota mencegat para pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani area Alun-alun Kota Magelang. Kalau biasanya mencegat dalam rangka operasi atau razia, kali ini untuk memeriahkan bulan Ramadan dengan berbagi takjil.

Tidak sedikit pengendara terkejut dan membelokkan kendaraannya atau menepi di jalan, karena menduga ada razia ketertiban lalu lintas. Namun, akhirnya mereka merasa lega, karena bukan mendapat penindakan langsung (tilang), tapi justru mendapat menu berbuka puasa.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi melalui Kasatlantas AKP Marwanto mengatakan, bagi-bagi takjil ke pengendara ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Juga memudahkan pengendara yang sedang berpuasa untuk berbuka di perjalanan.

“Dari aksi ini, kami selipkan pesan keselamatan berkendara, terutama kepada pengendara roda dua. Misalnya harus memakai helm, tidak boleh berboncengan lebih dari satu, membawa kelengkapan surat-surat, dan lain sebagainya,” ujarnya di sela aksi, beberapa waktu lalu..

Dia menuturkan, aksi bagi-bagi takjil ini bentuk apresiasi bagi para pengendara yang telah tertib berlalu lintas. Ia juga berterimakasih kepada warga Kota Magelang yang telah mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas pada aktivitas berkendaraannya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bisa selalu menaati dan mematuhi semua aturan lalu lintas yang berlaku tanpa terkecuali. Sebab, aturan yang telah berlaku semata-mata untuk keselamatan para pengendara itu sendiri.

“Rata-rata kecelakaan lalu lintas diawali oleh pelanggaran berkendara yang dilakukan oleh para pengendara. Mari tetap jaga keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran berlalu lintas (kamtibselcarlantas),” katanya.

Marwanto berharap, pada bulan Ramadan tahun ini jajarannya berhasil menekan angka kecelakaan secara maksimal. Untuk tahun ini, lanjutnya, kecelakaan nihil terjadi sejak awal Ramadan.

“Kecelakaan belum ada, tapi beberapa titik tetap perlu kewaspadaan karena padat, seperti di seputaran Alun-alun. Karena itu, kami selalu tempatkan 3-5 personel di kawasan Alun-alun, juga tempat lain yang sering dipadati kendaraan,” jelasnya.

Riko Sujatmiko (22), salah satu pengendara mengaku kaget karena dirinya diberhentikan oleh petugas ketika melintas di Jalan A Yani, Alun-alun Utara. Walaupun ia membawa surat lengkap, tapi rasa kagetnya tetap ada.

“Awalnya kaget, saya salah apa di jalan, kok dicegat. Apalagi wajahnya Pak Polisi agak diserem-seremin gitu, makin tambah kaget. Nggak tahunya, tiba-tiba mereka tertawa dan saya mendapat takjil,” ungkapnya yang membonceng anak dan istrinya untuk ngabuburit di sore hari.


(Asef Amani/CN42/SM Network)