• KANAL BERITA

Animo Berlatih di BLK Kota Magelang Tinggi

Tingkatkan Skill

TATA BOGA: Ibu-ibu serius mengikuti pelatihan tata boga di BLK Kota Magelang yang peminatnya terbilang tinggi, sehingga harus mengadakan seleksi. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
TATA BOGA: Ibu-ibu serius mengikuti pelatihan tata boga di BLK Kota Magelang yang peminatnya terbilang tinggi, sehingga harus mengadakan seleksi. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Animo masyarakat terhadap program peningkatan ketrampilan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) terbilang tinggi. Bahkan, BLK harus melakukan seleksi pendaftar yang ingin mengikuti program tersebut.

Kepala BLK Kota Magelang, Suparto mengatakan, program pelatihan yang paling banyak peminat antara lain tata boga, tata rias, menjahit, dan montir sepeda motor. Setiap paket pelatihan dibuka kuota 16 orang pendaftar, tapi peminatnya bisa sekitar 30-50 orang.

"Maka kami harus seleksi dulu," ujarnya di kantornya, Senin (20/5).

Dia menuturkan, saat seleksi tersebut akan diketahui latar belakang pendidikan, motivasi mengikuti pelatihan, dan terpenting keseriusan pendaftar untuk mengembangkan keterampilan. Jika pendaftar tidak lolos pada seleksi pertama, maka bisa mendaftar lagi di seleksi paket selanjutnya.

"Kami seleksi dengan wawancara, prioritaskan yang benar-benar serius, dan punya motivasi tinggi untuk ikut pelatihan," katanya.

BLK, katanya, memiliki setidaknya enam paket pelatihan peningkatan keterampilan, yaitu menjahit, montir sepeda motor, tata rias, tata boga, komputer, dan bahasa asing. Paket pelatihan tersebut seluruhnya menggunakan APBN dan APBD Kota Magelang.

Disebutkannya, paket pelatihan yang dibiayai APBN meliputi menjahit, montir sepeda motor, dan tata rias. Pelatihan ini terbuka untuk masyarakat tidak terbatas dari Kota Magelang tapi dari luar daerah, seperti Kabupaten Magelang dan Temanggung.

"Sedangkan dari APBD meliputi montir sepeda motor, menjahit, tata boga, tata rias, ditambah komputer, dan bahasa asing. Paket ini hanya bisa diikuti oleh warga asal Kota Magelang," jelasnya.

Suparto menjelaskan, pelatihan diadakan selama 20 hari. Peserta akan mendapatkan materi sesuai bidang yang dipilih. Materi disampaikan oleh para pakar, baik secara teori maupun praktek langsung.

Menurutnya, program pelatihan ini merupakan upaya Pemkot Magelang untuk menekan angka pengangguran di Kota Magelang dan sekitarnya. Diharapkan keterampilan peserta meningkat, sehingga ke depan memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja, atau bisa mengembangkan usaha sendiri sesuai bidang masing-masing.

Afiatul Rohmah (22) salah satu peserta pelatihan tata rias, mengaku senang bisa ikut program pelatihan yang diadakan oleh BLK Kota Magelang ini. Ia mendapatkan materi tentang tata rias langsung dari pakarnya dan langsung dipraktikkan. 

"Saya awalnya tidak suka merias wajah, tapi melihat peluang bisnis make-up saat ini menggiurkan jadi saya ingin belajar, syukur-syukur ke depan bisa buka usaha tata rias," ungkap wanita asal Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang ini.


(Asef Amani/CN19/SM Network)