• KANAL BERITA

Pembebasan Tanah Tanggul Rob Disiapkan Rp 1 Miliar

MENJELASKAN : Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan DPU-PR Kota Pekalongan Khaerudin menjelaskan tahapan pengadaan tanah untuk tanggul penahan rob di Aula DPU-PR Kota Pekalongan, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Isnawati)
MENJELASKAN : Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan DPU-PR Kota Pekalongan Khaerudin menjelaskan tahapan pengadaan tanah untuk tanggul penahan rob di Aula DPU-PR Kota Pekalongan, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk pengadaan lahan proyek tanggul penahan rob di Jalan Kunti Utara, Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Khaerudin menjelaskan, saat ini, proses pengadaan tanah tersebut memasuki tahap negosiasi penetapan harga tanah.

DPU-PR telah menggelar musyawarah atau negosiasi penetapan harga tanah warga yang terdampak, proyek itu, beberapa waktu lalu. Namun, para pemilik tanah dan bangunan belum menyepakati harga Tim Pengadaan Tanah Pemkot Pekalongan.

"Warga sudah dikumpulkan untuk musyawarah atau negosiasi harga. Namun harga tanah yang diajukan tim pengadaan tanah belum disetujui warga," terang Khaerudin, Jumat (17/5).

Tim Pengadaan Tanah Pemkot Pekalongan menetapkan harga tanah terdampak pembangunan tanggul penahan rob di Jalan Kunti Utara Rp 250.000 per meter persegi. Dalam pengadaan tanah tersebut, tercatat ada enam bidang tanah terdampak. Selain itu sembilan bangunan yang terdiri dari tujuh tempat tinggal dan dua bangunan semi permanen.

Khaerudin mengatakan, karena belum ada kesepakatan harga, para pemilik tanah dan bangunan meminta waktu untuk bermusyawarah antarwarga. "Para pemilik tanah minta waktu untuk musyawarah secara internal mereka dulu," katanya.

Sementara itu, Tim Pengadaan Tanah Pemkot Pekalongan meminta warga untuk menunjukkan dokumen transaksi jual beli tanah tahun terakhir di daerah tersebut sebagai bukti, pedoman atau bahan masukan bagi tim apabila ada revisi harga penetapan tanah.

"Kami masih menunggu bukti transaksi jual beli tanah tahun terakhir yang akan disampaikan warga. Namun sampai sekarang belum masuk," tambah Khaerudin.

Khaerudin berharap, pada musyawarah atau negosiasi kedua nantinya akan tercapai kesepakatan harga tanah. Ia menargetkan, pengadaan tanah untuk tanggul penahan rob tersebut selesai Juni mendatang.


(Isnawati/CN19/SM Network)