• KANAL BERITA

Warga Desak Kapal Tenggelam Diangkat

Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, menjelaskan upaya Pemkot Pekalongan untuk menindaklanjuti permintaan pengangkatan kapal yang tenggelam di Sungai Loji. (suaramerdeka.com/Isnawati)
Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, menjelaskan upaya Pemkot Pekalongan untuk menindaklanjuti permintaan pengangkatan kapal yang tenggelam di Sungai Loji. (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Warga yang tinggal di sekitar Sungai Loji di Kecamatan Pekalongan Utara meminta Pemerintah Kota Pekalongan membantu mengangkat kapal yang tenggelam di sungai. Warga khawatir kapal itu mengganggu alur sungai dan merusak tanggul sungai.

Warga mengatakan, saat rob datang, kapal itu menabrak tanggul sungai dan rumah warga. ‘’Kapal yang tenggelam ini harus segera diangkat. Kalau tidak segera diangkat, takutnya nanti tanggul tepi sungai akan semakin rusak,’’ kata Choirul Anam, penyedia jasa penyeberangan di Sungai Loji, Kamis (16/5).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Sochib Rochmat, megakui ada dua kapal milik kelompok nelayan yang telah lama tenggelam di Sungai Loji di Kecamatan Pekalongan Utara.

Kapal tersebut posisinya melintang dan menghambat aliran air sehingga harus diangkat. Kelompok nelayan tidak memiliki dana untuk mengangkat kapal yang tenggelam itu. Saat ini Pemkot masih membahas kelengkapan administrasinya untuk diusulkan ke anggaran perubahan.

‘’Kami berupaya untuk memperlancar alur sungai, jadi memang kapal harus diangkat,’’ katanya, usai rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait di Ruang Kresna Setda, Rabu (15/5).

Sochib mengatakan, dua kapal yang tenggelam ini posisinya berada di dekat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Panjang Wetan. Saat ini masih dibahas metode pengangkatan kapal. Kemungkinan pengangkatan kapal baru bisa dilaksanakan September atau Oktober mendatang.

‘’Usai diangkat, tindak lanjutnya apakah dibiarkan saja atau dilelang agar bisa dimanfaatkan oleh kelompok nelayan, akan dikaji kembali,’’ katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih mengatakan, Pemkot Pekalongan akan membuat usulan anggaran perubahan. Selain itu juga akan dilakukan perhitungan dan pengkajian terlebih dahulu.

‘’Yang terpenting kelengkapan administrasi dan melihat kondisi kapal yang tenggelam apakah masih utuh atau tidak. Dikaji pula apakah dapat diangkat secara utuh atau tidak, dan bagaimana keberadaan mesin kapal,’’ katanya.


(Isnawati/CN40/SM Network)