• KANAL BERITA

Tren Hunian Homestay Lerep Terus Meningkat

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, didampingi Kades Lerep Sumariyadi menyaksikan penyerahan beberapa beberapa bantuan ketika Tarhim Pemkab Semarang di Masjid Ittichadul Muwachidin Dusun/Desa Lerep Ungaran, Rabu (15/5) malam. (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, didampingi Kades Lerep Sumariyadi menyaksikan penyerahan beberapa beberapa bantuan ketika Tarhim Pemkab Semarang di Masjid Ittichadul Muwachidin Dusun/Desa Lerep Ungaran, Rabu (15/5) malam. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Tren kunjungan wisatawan yang menginap ke homestay di Desa Wisara Lerep, Ungaran Barat mengalami peningkatan. Kades Lerep Sumariyadi menyebutkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan mutu hunian warga yang dijadikan homestay bagi wisatawan. Hanya saja, ia mengakui masih terkendala dana pengembangan fasilitas pendukung.

“Untuk itu, kami berharap ada dukungan dari Dinas Pariwisata dalam mengalokasikan dana bantuan guna melengkapi fasilitas pendukung tadi. Sehingga para wisatawan bisa nyaman dan lama tinggal di rumah warga,” katanya, di hadapan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang menghadiri Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) Pemkab Semarang di Masjid Ittichadul Muwachidin Dusun/Desa Lerep Ungaran, Rabu (15/5) malam.

Tarhim kemarin, diawali dengan buka puasa bersama warga setempat. Dilanjutkan shalat maghrib, isya, dan tarawih berjamaah secara berurutan. Setidaknya ada lebih dari 100 orang warga yang mengikuti kegiatan yang juga dihadiri Muspika Ungaran Barat, kepala SKPD, dan undangan lainnya tersebut.

Fasiltas pendukung yang dimaksud, lanjut Sumariyadi, di antaranya fasilitas pembuatan WC duduk. Meski telah ada jamban jongkok di setiap rumah warga, masih ada wisatawan yang menghendaki adanya WC duduk. Fasilitas itu dinilai dapat menambah kenyamanan wisatawan yang terbiasa menggunakan sarana tadi. Selain itu, peningkatan akses jalan antar desa dari Lerep ke desa tetangga seperti Keji dan Nyatnyono juga diperlukan. Tujuannya agar pengembangan kawasan wisata terpadu antar desa dapat terwujud.

Melihat adanya peningkatan mutu jalan Lerep-Nyatnyono dan Lerep-Keji, dirinya mewakili masyarakat Lerep mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Semarang. Tidak sekadar itu, bantuan pelatihan membatik, border, dan membuat anyaman keranjang dari bambu untuk warga Desa Lerep juga dinilainya tepat guna. Menyusul dapat mendukung pengembangan variasi produk lokal yang bisa dijual ke wisatawan.

Dalam kesempatan itu, Sumariyadi juga mendesak Pemkab Semarang untuk ikut mempercepat pembangunan Alun-alun Kecamatan Ungaran Barat. Selain sebagai tempat menampung kegiatan warga, alun-alun itu nantinya bisa menjadi pusat keramaian baru di Ungaran Barat. Sekaligus menjadi kantong parkir bagi bus pariwisata yang mengangkut wisatawan ke Desa Lerep.

“Kami sangat mendukung peran Dewan Riset Daerah untuk merumuskan arah pengembangan Desa Wisata Lerep ini,” ujarnya.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dalam sambutannya menegaskan kegiatan tarhim dilaksanakan rutin sebagai wahana komunikasi dengan warga. Melalui kegiatan tersebut, dapat diketahui hasil pembangunan maupun aspirasi warga.

“Kita berharap partisipasi warga dalam pembangunan daerah terus meningkat,” tegasnya.

Menyikapi beberapa usulan yang disampaikan Pemerintah Lerep, Ngesti Nugraha menyarankan, Kades Sumariyadi bisa berkomunikasi secara intensif lewat surat resmi kepada Pemkab Semarang. Di lokasi yang sama, kemarin malam diserahkan berbagai bantuan kepada warga Desa Lerep. Di antaranya karpet, peralatan salat, dan kitab suci Al Quran untuk takmir Masjid Ittichadul Muwachidin dan hibah untuk Mushola Al Hidayat Lerep senilai Rp 10 juta. Ada juga bantuan satu unit biogas senilai Rp 48,5 juta untuk Kelompok Tani Tulus Makmur Dusun Kretek Desa Lerep.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)