• KANAL BERITA

Sambut Mudik, Organda DIY Siapkan 425 Bus Pariwisata

Wakil Ketua III DPD Organda DIY Bidang AKAP dan Pariwisata, Hantoro. (suaramerdeka..com/Sugiarto)
Wakil Ketua III DPD Organda DIY Bidang AKAP dan Pariwisata, Hantoro. (suaramerdeka..com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk melayani arus mudik maupun arus balik pada Lebaran 2019, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda DIY menyiapkan 425 unit bus wisata ditambah bus reguler yang melayani dari Yogyakarta ke berbagai tujuan di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali.

Dengan persiapan ini, diharapkan masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 2019 khususnya bagi mereka yang ingin pulang ke kampung halamannya bisa berjalan aman, nyaman dan selamat sampai tujuan.

''Khusus untuk bus pariwisata yang diperbantukan untuk arus mudik maupun balik Lebaran 2019 ini jumlahnya mencapai 425 unit,'' kata Wakil Ketua III DPD Organda DIY Bidang AKAP dan Pariwisata, Hantoro, Kamis (16/5).

Menurut Hantoro, bus pariwisata sudah akan melakukan kegiatan arus mudik Lebaran 2019 pada tanggal 26 Mei 2019 dengan membawa para pekerja yang bekerja diberbagai proyek di Jakarta dan sekitarnya.

Setelah itu, tanggal 29 Mei 2019 membawa para pekerja yang setiap harinya bekerja di pabrik pulang ke daerahnya. Selanjutnya pada tanggal 30-31 Mei 2019 dan tanggal 1 Juni 2019 membawa arus mudik gratis yang dilaksanakan oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta.

''Lebaran tahun ini libur Lebaran cukup panjang, sehingga kebutuhan armada khususnya bus pariwisata sangat cukup untuk diperbantukan dalam angkutan arus mudik maupun arus balik Lebaran 2019,'' katanya.

Pemilik PO GeGe ini juga mengatakan, sudah beroperasi jalan tol di Pantura sangat membantu para pengelola bus pariwisata karena akan mempersingkat jarak dan juga menghemat BBM selama perjalanan.

Dulu sebelum tol jadi, mudik dari Jakarta ke Yogyakarta butuh waktu 2 hari dan sekarang kemungkinan hanya 1 hari saja. Bus sangat diuntungkan karena tidak habis BBM banyak, penumpang juga nyaman karena hanya butuh waktu 1 hari sampai kampung halamannya.‎

''Apalagi jika jalan tol Pantura diberlakukan hanya satu jalur, maka jelas akan lancar dan sangat menghemat BBM dan penumpangpun akan lebih nyaman dan senang," katanya.

Hantoro menjelaskan, sebelum keberangkatan bus pariwisata ke Jakarta untuk dibantukan dalam angkutan arus mudik mulai tanggal 20 Mei akan dilakukan 'ramp check' bus wisata, sedangkan untuk bus reguler saat ini sudah mulai dilakukan 'ramp check' diterminal-terminal.

"Pastikan juga jika ingin mudik gunakan bus yang ada stikernya lolos 'ramp check', karena dipastikan bus laik jalan," ujarnya. ''Semua ini demi keamanan dan kenyamanan penumpang sendiri,'' tambah dia.

Hantoro memastikan harga tiket pesawat tinggi tidak akan berpengaruh besar pemudik akan mengalihkan menggunakan bus, karena bukan kelasnya dan justru sangat mungkin menggunakan mobil pribadi.

''Pemudik yang menggunakan pesawat itu pasti orang yang mampu dan berapapun harga tiket pesawat akan dibeli, karena mudik Lebaran itu sudah dirancang jauh hari dan biayanya sudah memang disiapkan," katanya.


(Sugiarto/CN42/SM Network)