• KANAL BERITA

Delapan Tahun Rusak, Jalan Tak Diperbaiki

Warga Dusun Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, mendatangi Balai Desa Karangjompo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Siti MAsithoh)
Warga Dusun Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, mendatangi Balai Desa Karangjompo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Siti MAsithoh)

KAJEN, suaramerdeka.com -  Ratusan warga di Dusun Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, mendatangi balai desa setempat, mengadukan kondisi Jalan KH Samanhudi yang rusak selama 8 tahun belum diperbaiki.

Salah seorang warga Abdul Kholiq (35) mengatakan kerusakan jalan memprihatinkan.  Warga RW 6, Desa Karangjompo datang menanyakan nasib Jalan KH Samanhudi yang merupakan jalan penghubung antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

‘’Sudah delapan tahun rusak parah tanpa ada kejelasan kapan akan diperbaiki," katanya.

Jalan sepanjang 224 meter itu mengalami kerusakan parah, berlubang dan selalu tergenang air walaupun tidak hujan.

‘’Akibatnya, tidak sedikit warga terjatuh dari sepeda motor saat melintas di genangan air yang menutupi badan jalan. Kami meminta kepada pemerintah desa menyampaikan kepada instansi terkait. Saya mempertanyakan sebetulnya Jalan KH Samanhudi tanggung jawab siapa," jelasnya.

Kepala Desa Karangjompo, Anita Fatmawati mengatakan sudah mengajukan ke Kecamatan Tirto dan dan Kabupaten Pekalongan untuk diperbaiki, namun terkendala status jalan perbatasan dua wilayah antara Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Yakni perbatasan antara Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Sementara pihak desa sudah tidak ada lagi alokasi dana untuk perbaikan jalan tersebut dan tidak bisa mengalihkan pengerjaan.

 "Selama ini warga dan pihak desa swadaya untuk melakukan perbaikan jalan. Tapi belum mampu melakukan perbaikan sepenuhnya,’’ kata Anita.


(Siti Masithoh/CN42/SM Network)