• KANAL BERITA

Perlintasan Liar Masih Ada, Pemudik Mesti Waspada

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jumlah perlintasan liar di PT KAI Daop III Cirebon mempunyai kecenderungan menyusut. Hanya saja, keberadaannya tetap harus menjadi perhatian pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Menurut Jubir PT KAI Daop III Cirebon, Kuswardoyo, masih terdapat 6 pintu perlintasan liar di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya kerap dilintasi mobil karena mempunyai lebar 3 meter.

"Lokasinya ada di Sukalila dan Darung di Kabupaten Indramayu kemudian Jatirenggang, Kabupaten Cirebon. Sukalila lebar jalannya sampai 4 meter lainnya 2 meter," jelasnya saat dihubungi Kamis (16/5).

Dengan tingginya frekuensi perjalanan selama masa Angkutan Lebaran, pihaknya tak menampik bahwa kondisi tersebut menjadikannya sebagai titik rawan kecelakaan. 

Belum lagi, imbuhnya, kecenderungan mobilitas masyarakat yang ikut meningkat, termasuk dari pemudik yang pulang kampung di kawasan sekitar perlintasan. Situasi itu, tegasnya, membutuhkan atensi bersama.

Kuswardoyo menyebut bahwa solusi ideal atas kondisi tersebut adalah penutupan terhadap perlintasan liar dengan menggantikannya dengan bangunan fly over atau under pass.

"Di luar itu, kami hanya mengimbau masyarakat untuk mendahulukan perjalanan KA, karena ini sifatnya wajib, mengingat masih banyak pengguna jalan yang memaksakan diri menerobos pintu perlintasan," jelasnya.

Pelanggaran itu, sebutnya, kerap terjadi pula di perlintasan sebidang non liar. Pengendara tak langsung berhenti untuk mendahulukan KA melintas sekali pun sudah mendapatkan peringatan, palang diturunkan dan tanda dari rambu-rambu, yang dipasang.

Dijelaskan, sisa 6 perlintasan liar itu merupakan hasil penertiban pihaknya bersama untuk mengurangi pertemuan jalan rel dengan jalan raya di daerah operasi Cirebon. Sebelumnya, jumlah mencapai 21 perlintasan liar. "Kita bertahap, lokasinya sendiri dekat perumahan dan pesawahan," kata Kuswardoyo.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)