• KANAL BERITA

Mahasiswa Solo Raya Serukan Rekonsiliasi

SILATURAHMI: Mahasiswa BEM Solo Raya menggelar silaturahmi sekaligu mengikrarkan deklarasi damai. (suaramerdeka.com / Evie Kusnindya)
SILATURAHMI: Mahasiswa BEM Solo Raya menggelar silaturahmi sekaligu mengikrarkan deklarasi damai. (suaramerdeka.com / Evie Kusnindya)

SOLO, suaramerdeka.com - Pimpinan dua perguruan tinggi di Solo dan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya menyerukan kembalinya persatuan dan kesatuan masyarakat seusai pemilu pada ramadan ini.

Ketua BEM Solo Raya Muhammad Arief Oksya mengemukakan, Ramadan diharapkan menjadi momentum untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan setelah terjadi friksi di masyarakat pascapilpres. Seruan tersebut mereka sampaikan dalam deklarasi damai BEM solo Raya yang digelar di kampus Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta.

"Momentum Ramadan ini diharapkan menjadi momen rekonsiliasi yang disebut Fathu Makkah. Ramadan harus menguatkan kembali persatuan bangsa setelah tercerabik adanya perbedaan pilihan dan pandangan dalam Pemilu," kata Oksya.

Dalam ikrarnya, BEM Solo Raya berjanji untuk berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945 dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. BEM Solo Raya juga berkomitmen untuk terus melawan segala bentuk fitnah, informasi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang berpotensi meretakkan kehidupan berbangsa. Mahasiswa juga bersedia bergerak mengedukasi masyarakat untuk bersama sama terlibat menjadikan Negara berdaulat, adil dan makmur sesuai cita-cita pendiri bangsa.

Oksya mengemukakan jika dua Rektor PTS yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Sofyan Anief dan Rektor Uniba Surakarta Dr Pramono Hadi SP MSi  terlibat langsung dalam deklarasi damai tersebut. Kedua pimpinan PTS tersebut yang menyerukan ide perdamaian dan merekatkan kembali persatuan untuk meredam konflik kohesi sosial.


(Evie Kusnindya/CN26/SM Network)