• KANAL BERITA

Izin PIRT Dipermudah, Tanpa Syarat  IMB

RAKOR :  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dokter Hendadi Setiaji menyampaikan laporan saat Rakor Pelayanan Rekomendasi Sertifikasi Laik Sehat dan PIRT serta Pelaksanaan Pengawasan Pangan Menjelang Lebaran, di Ruang Rapat Sekda, Selasa (14/5) . (suaramerdeka.com/Dok)
RAKOR :  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dokter Hendadi Setiaji menyampaikan laporan saat Rakor Pelayanan Rekomendasi Sertifikasi Laik Sehat dan PIRT serta Pelaksanaan Pengawasan Pangan Menjelang Lebaran, di Ruang Rapat Sekda, Selasa (14/5) . (suaramerdeka.com/Dok)

SLAWI, suaramerdeka.com - Pemkab Tegal akan memangkas regulasi untuk memberikan kemudahan kepada pelaku industri kecil menengah (IKM) rumahan yang hendak mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Aturan baru nanti, pelaku IKM tidak perlu lagi melampirkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saat mengurus PIRT.

 ‘’Dengan pemangkasan regulasi proses usaha di sektor pangan akan lebih cepat dan mudah,’’ kata Bupati Tegal Umi Azizah dalam Rakor Pelayanan Rekomendasi Sertifikasi Laik Sehat dan PIRT serta Pelaksanaan Pengawasan Pangan Menjelang Lebaran, di Ruang Rapat Sekda, Selasa (14/5).

Umi mengatakan, kebijakan tersebut ditempuh, mengingat masih banyak pelaku usaha di bidang pangan rumahan belum memiliki izin. Kewajiban melampirkan IMB, kata Umi, hanya berlaku bagi pelaku usaha  yang sudah mempunyai toko dan  tidak melakukan proses produksi di rumah.

‘’Jangan sampai timbul stereotif negatif di kalangan pelaku usaha jika, izin PIRT di Kabupaten Tegal ini dipersulit dan lama, sehingga timbul penilaian publik jika Pemerintah Kabupaten Tegal menghambat usaha ekonomi rumah tangga,’’ tegasnya.

Namun, kata Sekretaris Dinas PMPTSP Kabupaten Tegal, M Budi Eko Setiawan untuk IKM yang tergolong besar tetap wajib melampirkan IMB dan NPWP.  ‘’Sudah sukses masa tidak bisa mengurus IMB bahkan NPWP, bayar IMB juga kan sekali seumur hidup,’’  tutur Eko.

Kemudahan lain,  Kepala Dinas Kesehatan, dokter Hendadi Setiaji menambahkan, uji laboratorium atau uji sampel makanan juga ditiadakan. Uji laboratorium akan dilakukan kecuali terdapat makanan yang mengandung bahan kimia.


(Cessnasari/CN39/SM Network)