• KANAL BERITA

UT Semarang Bangga Menjadi Tuan Rumah GSM

Masuki Tahun ke-25 GSM

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama para santri dalam Gerakan Santri Menulis yang di Kampus UT UPB JJ Semarang, Jalan Mangkang, Sabtu (11/5). (suaramerdeka.com/Mohammad Khabib Zamzami)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama para santri dalam Gerakan Santri Menulis yang di Kampus UT UPB JJ Semarang, Jalan Mangkang, Sabtu (11/5). (suaramerdeka.com/Mohammad Khabib Zamzami)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kebanggaan meliputi segenap pengurus Universitas Terbuka (UT) Semarang. Dalam keikutsertaannya yang keduakalinya mereka berhasil dipercaya menjadi tuan rumah pembukaan acara Gerakan Santri Menulis (GSM) yang ke-25.

Ide menjadi tuan rumah GSM ini keluar pada tahun lalu saat mengikutinya di Unnes. Saat itulah mereka mengutarakan niatnya kepada Suara Merdeka agar tahun berikutnya pembukaan GSM bisa digelar di UT.

"Tahun depan di UT ya Gus," kenang Direktur UT Semarang, Suparti, saat berbincang dengan Ketua Panitia GSM 2019, Agus Fathudin tahun lalu.

"Tidak disangka permintaan tersebut diterima dengan baik. Beberapa bulan lalu, komunikasi intens terus dilakukan dengan Suara Merdeka. Kemudian saya ditanya, Ibu siap?" kata Agus. "Saya siap." jawab Suparti antusias.

Singkat cerita, kemudian UT menerima surat permintaan untuk menjadi sohibul bait (tuan rumah). Dia berharap pembukaan bisa berjalan dengan baik.

Kegiatan ini, kata dia, menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan UT kepada para santri. Sehingga, tidak perlu mengenalkannya satu persatu kepada mereka.

"Senang dan bangga, karena paling tidak melalui program GSM UT menjadi semakin dikenal. Sudah lama keinginan untuk memperkenalkan UT ke pondok pesantren," kata Suparti.

Melalui program ini, para santri jadi tahu bahwa di UT mereka bisa nyantri sambil kuliah. Hal itu penting agar santri dapat memperoleh ilmu yang beragam. Mengikuti perkuliahan di UT lebih mudah karena sistem belajarnya jarak jauh.

"Apalagi kami ada beasiswa. Bagi santri yang tingkat ekonominya menengah ke bawah kalau ada beasiswa mereka bisa ikut," tuturnya.

Program GSM sangat baik karena menulis, kata Suparti, adalah hal utama. Tanpa menulis, ilmu tidak akan tersampaikan kepada orang lain dengan baik.

Dengan menulis di koran misalnya, ide yang disampaikan dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Menulis sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu ilmu itu sendiri.

"Kami juga harus sering menulis untuk memperkenalkan Universitas kami. Sedangkan mereka perlu menulis untuk mengungkapkan ide dan gagasannya sehingga menjadi beranfaat. Biar ilmu itu menjadi langgeng," katanya.

Dukung Reuni

Terpisah, Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unwahas, menyambut baik dimulainya program GSM pada tahun ini. Dia menilai program GSM dapat meningkatkan soft skill para santri untuk bisa menulis sesuai kaidah jurnalistik yang baik dan benar seperti harus berimbang dan seterusnya.

Selain itu, ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal para santri terutama dalam dunia tulis menulis. Sebagaimana amanat dalam Al Quran yang mengharuskan untuk terus belajar dengan kalam. Lebih lanjut Imam menyatakan dukungannya soal ide untuk mempertemukan kembali alumni GSM yang sudah diwacanakan sejak 2017.

"Kiranya, hal itu akan menjadi cita-cita yang baik bila para alumni dipertemukan kembali. Nantinya mereka juga dapat memberikan sumbangsih ide terkait GSM ini," tutur Imam.

Imam berharap, Suara Merdeka sebagai panitia dapat melestarikan program GSM. Program ini, lanjut Imam, sangat bagus untuk para santri. Sebagai salah satu universitas terbesar di Jawa Tengah mereka ingin para santri bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
 
Selain itu, bebeberapa program yang ada di Unwahas juga bisa disampaikan melalui kegiatan ini. Misalnya apa saja kegiatan di kampus, apa saja fasilitasnya, bagaimana jalur pendaftarannya, ada jalur beasiswa, jalur santri yang hapal Al Quran, jalur santri berprestasi, jalur bidikmisi. Biar mereka bisa mempunyai pengetahuan cukup bagaimana kuliah yang baik.

"Selamat kepada panitia atas terselenggaranaya GSM. Semoga semua pihak yang terkait terutama para santri di 15 kabupaten/kota yang terlibat dalam kegiatan ini," ucap Imam.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN40/SM Network)