• KANAL BERITA

Bio Farma Dipercaya IsDB untuk Transfer Teknologi Vaksin

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - BUMN Farmasi, Bio Farma mendapat kepercayaan Islamic Development Bank (IsDB) pengembangan teknologi transfer vaksin untuk kemandirian di negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam kerangka Vaccine Alliance for production and Immunization (VAPI). "Kami diminta untuk berbagi mengenai technology transfer dan pangsa pasar vaksin di dunia," kata Dirut Bio Farma, M. Rahman Roestan dalam keterangannya, Jumat (10/5).

Khusus pangsa pasar, pabrik vaksin yang berbasis di Bandung itu memang tak hanya mengandalkan pasar dalam negeri yang memang sudah dikuasai tapi juga luar negeri. Di kawasan Asia Tenggara, katanya, Bio Farma adalah yang terbesar dan di antaranya negara OKI menjadi nomor satu sebagai perusahaan vaksin.

“Untuk vaksin kami sudah banyak mendapatkan kepercayaan dari berbagai lembaga dunia. Ke depan, Bio Farma akan bertransformasi menjadi perusahaan life science dengan memproduksi blood product, diagnostic dan biosimilar," jelasnya.

Mereka pun tengah fokus denfan produk vaksin generasi terbaru, produk kategori lifescience, blood product dan biosimilar. Khusus lini Vaksin, mereka juga dipercaya berbagai lembaga penelitian dunia guna terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin – vaksin terbaru.

Pada pertengahan Agustus 2018 misalnya, bersama Insitute de Maroc (IPM), mereka telah berkomitmen dalam mengembangkan project untuk membangun fasilitas produksi serum dan vaksin di antaranya anti bisa ular, sedangkan untuk vaksin adalah DTP-HB-Hib (Pentabio) dan BCG.

Langkah tersebut bertujuan pula memenuhi kebutuhan nasional dan kebutuhan regional Afrika. Kerjasama mencakup transfer teknologi dalam downstream process produksi vaksin hingga produk lifescience. "Khusus OKI, kami berharap kerjasama tersebut bisa secepatnya membantu kemandirian dalam pemenuhan vaksin di antara negara-negara berkembang dan negara Islam," kata Rahman Roestan.


(Setiady Dwi/CN26/SM Network)