• KANAL BERITA

Turki Jajaki Pengadaan Vaksin dari Indonesia

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Turki berminat untuk mendatangkan vaksin dan serum dari Indonesia guna pemenuhan kebutuhan dalam negerinya. Setiap tahunnya, mereka memerlukan hingga 44 juta dosis.

Ketertarikan Turki itu diungkapkan Direktur Produksi PT Bio Farma (Persero), Juliman dalam keterangannya, Kamis (9/5). Sebelumnya, delegasi Turki dipimpin Wamenkes Emine Alp Mese menyambangi pabrik BUMN Farmasi itu di Bandung.

Menurut Juliman, sikap Turki itu tak terlepas pula dari keunggulan Bio Farma dalam isu halal pada proses produksinya. "Mereka memiliki kebutuhan terhadap vaksin halal, hal ini diungkap setelah mengetahui bahwa kami telah menerapkan sistem jaminan halal," jelasnya.

Sistem tersebut terimplementasi melalui keberadaan pusat unggulan riset vaksin The Organisation of Islamic Cooperation (OIC) Center of Excellence for Vaccines and Biotechnology Products Facility di kawasan fasilitas produksi Bio Farma.

"Lebih dari itu, Kementerian Kesehatan Turki berkeinginan untuk memiliki industri seperti Bio Farma di negaranya. Mereka mengakui kami mempunyai teknologi dan riset serta pengembangan yang kuat serta diakui di antara negara-negara anggota OIC," jelasnya.

Mengutip keterangan dari Emine Alp Mese, jumlah penerima vaksin pertahun di Turki adalah sebanyak 1,35 juta bayi. Plus kebutuhan lainnya, secara keseluruhan, mereka butuh 44 juta dosis baik vaksin maupun serum.

Merujuk kondisi tersebut, Turki berencana mengembangkan fasilitas produksi vaksin sehingga memerlukan partner untuk transfer teknologi produksi vaksin.
 
“Karena ke depannya pemerintah Turki juga ingin menciptakan kemandirian produksi vaksin hingga mengekspor produknya ke negara-negara sekitar, mengingat sampai saat ini belum ada produsen vaksin yang dimiliki pemerintah," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)