• KANAL BERITA

Masyarakat Diminta Jangan Mudah Tergiur Promo Lebaran

Ketua LP2K Kota Semarang, Ngargono. (suaramerdeka.com/Dok)
Ketua LP2K Kota Semarang, Ngargono. (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jelang lebaran, masyarakat diimbau untuk cermat dalam membeli barang kebutuhan yang akan digunakan selama Ramadan tahun ini hingga hari raya Idul Fitri ke depan.

Beberapa kasus barang makaman kedaluwarsa yang beberapa tahun terakhir ditemukan di pasaran, diharapkan membuat masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming promo lebaran dan tetap melihat kualitas dari barang yang diberi.

Hal tersebut diimbau Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Ngargono. Pihaknya juga mencatat sampai saat ini belum ditemukan kasus barang kedaluarsa yang dijual bebas di pasaran.

''Aduan di awal Ramadan ini dari masyarakat kepada kami baru berkisar soal naiknya harga sembako di pasaran belum sampai ke barang atau bahan makanan yang tidak layak di konsumsi. Seperti terkait melonjakknya harga bawang putih yang sampai Rp 70.000/kilogram dan kini sudah turun ke angka Rp 55.000/kilogram. Juga harga gula pasir yang mulai merangkak naik di pasaran pada awal Ramadan ini,'' kata Ngargono kemarin.

Meskipun belum ada aduan masyarakat, LP2K Kota Semarang melakukan kegiatan inspeksi ke pedagang takjil pinggir jalan beberapa hari ini. Ngargono mengungkapkan, pihaknya menemukan ada beberapa penjual takjil pinggir jalan yang masih menggunakan bahan baku makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi masyarakat.

''Masih banyak penjual takjil yabg menggunakan pewarna makanan di pinggir jalan. Untuk itu masyarakat juga harus selektif dalam membeli makanan untuk berbuka puasa,'' lanjutnya.

LP2K juga nantinya akan bersinergi dengan dinas perindustrian, dinas perdagangan, dinas kesehatan, dan Balai POM untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Ngargono juga berharap ada kesadaran dari pelaku usaha untuk menjaga produk mereka, dengan tidak menggunakan bahan yang dilarang untuk dikonsumsi maupun menjual barang yang sudah kadaluwarsa.

''Masyarakat juga harus cermat melihat kondisi makanan yang dibeli. Untuk barang kemasan, perlu diperharikan tanggal kadaluwarsa, komposisi bahan makanan, dan kondisi wadah yang sudah rusak atau tidak,'' imbau Ngargono.

Ke depan sinergi tersebut akan menyasar ke pasar swalayan yang banyak menggembar-gemborkan promo dan diskon lebaran kepada masyarakat. Hal ini agar barang yang dijual tetap layak untuk dikonsumsi.

''Meskipun pengawasan ini kami melibatkan tenaga yang tidak banyak, tetap penting dilakukan agar pelaku usaha tidak menjual barang seenaknya. Dengan adanya pengawasan membuat shock therapy kepada pelaku usaha, bahwa meraka dalam pengawasan,'' ungkapnya.

Pihaknya sejauh ini baru sebatas melakukan pengawasan di pasar dan belum merambah ke swalayan. Ke depan langkah pengawasan juga akan diperketat dengan menggandeng dinas terkait dan Balai POM.

''Masyarakat juga jangan mudah tergiur dengan beli minuman dua gratis satu, atau diskon murah lainnya. Jangan mudah percaya, demi kesehatan bersama. Jika ada temuan, bisa diadukan kepada kami,'' tegasnya. 


(M Alfi Makhsun/CN39/SM Network)