• KANAL BERITA

Korban Dibiarkan Tergeletak Hingga Tewas Tertabrak Taksi

Polres Purbalingga melakukan rekonstruksi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan penumpang bus meninggal di pintu masuk Terminal Purbalingga, Selasa (30/4). (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
Polres Purbalingga melakukan rekonstruksi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan penumpang bus meninggal di pintu masuk Terminal Purbalingga, Selasa (30/4). (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Polres Purbalingga melakukan rekonstruksi tindak pidana penganiayaan menyebabkan penumpang bus meninggal di pintu masuk Terminal Purbalingga, Selasa (30/4). Setidaknya ada 30 adegan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban.

Dari rekonstruksi tersebut dapat digambarkan kronologis kasus tersebut. Semula korban naik bus jurusan Pemalang-Purwokerto. Namun oleh tersangka yang merupakan calo bus, tidak diizinkan masuk. Alasannya, korban bukan penumpang, tapi sering berkeliaran di area terminal. Korban lalu ditarik oleh pelaku sehingga dari atas bus korban terjatuh dan kepalanya membentur aspal.

Korban kemudian dibiarkan tergeletak begitu saja. Sekitar tiga menit kemudian, sebuah taksi masuk ke terminal untuk mencari penumpang. Karena suasana agak gelap, supir taksi tidak melihat ada orang yang tergeletak di aspal, akhirnya korban tertabrak.

Mengetahui ada yang tertabrak, taksi berhenti. Supir taksi lalu keluar dan meminta tolong orang sekitar. Korban dibawa masuk ke taksi. Tersangka ikut membantu mengangkat korban ke dalam taksi. Setelah itu, korban dibawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit, korban sudah meninggal.

Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Willy Budiyawan mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas acara pidana atas kasus tindak penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Mad Siswanto Abu Jafar, seorang calo bus yang mengakibatkan Hugi Prasetya (29) warga Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas meninggal di Terminal Bus Purbalingga, Senin (15/4) dini hari.

"Hasil otopsi dokter forensik di RSU Margono Soerkardjo Purwokerto, penyebab kematiannya ada pendarahan otak. Sehingga disinkronkan pendapat ahli. Dan ternyata dari hasil rekonstruksi benar ada peristiwa pidana yang menyebabkan korban meninggal," katanya.

Awalnya, kasus ini ditangani oleh Unit Kecelakaan Satlantas Polres Purbalingga karena dugaan awal korban meninggal karena tertabrak taksi. Namun, kasus pidana penganiayaan terungkap setelah polisi mendapatkan video rekaman CCTV dari pihak Terminal Bus Purbalingga.

"Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya, namun dari rekaman CCTV akhirnya tersangka tidak bisa mengelak," katanya.

Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara itu, pengacara tersangka, Endang Yulianti mengatakan, pihaknya mengikuti proses hukum yang berlaku. Rekonstruksi menjadi tontonan warga yang penasaran. Bahkan terminal terpaksa ditutup untuk kelancaran rekonstruksi. Sejumlah polisi bersenjata laras panjang ikut mengamankan jalannya rekonstruksi.


(Ryan Rachman/CN40/SM Network)