• KANAL BERITA

Produsen Coklat Dukung Kampanye Pengurangan Plastik

MEMBUAT COKLAT : Sejumlah anak panti asuhan belajar membuat coklat disela acara perayaan ulang tahun Chocolate Monggo ke-14 di Kotagede Yogyakarta, Sabtu (27/4). (Foto: suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
MEMBUAT COKLAT : Sejumlah anak panti asuhan belajar membuat coklat disela acara perayaan ulang tahun Chocolate Monggo ke-14 di Kotagede Yogyakarta, Sabtu (27/4). (Foto: suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kesadaran pengurangan limbah plastik terus dikampanyekan. Mendukung gerakan itu, produsen coklat premium, Chocolate Monggo ikut serta memberikan edukasi kepada masyarakat lewat program anti penggunaan kemasan plastik.

Aksi nyata ini diwujudkan dengan pemakaian aluminium foil, dan kertas ramah lingkungan yang mudah didaur ulang untuk kemasan produk coklat ukuran 40 gram dan 80 gram. Selain itu, setiap pembelanjaan di showroom resmi akan dikemas menggunakan paper bag, bukan kantong plastik.

"Kami akan semakin menggalakkan aksi mengurangi penggunaan plastik. Selama ini, kemasan ramah lingkungan yang tidak berbahan dasar plastik sudah menjadi ciri khas," kata Marketing Manager Chocolate Monggo, Steffen Hitscher disela peluncuran program Lebih Asyik Tanpa Plastik di showroom dan kantor pusat Kotagede Yogyakarta, Sabtu (27/4).

Kegiatan yang diluncurkan bertepatan peringatan ulang tahun Chocolate Monggo ke -14 ini adalah bagian dari kampanye anti pemakaian kemasan plastik. Untuk mendekatkan kepada masyarakat, acara ini dirangkai dengan solidaritas amal berupa pemberian santunan kepada anak panti asuhan, penanaman pohon kakao di sekitar lingkungan Kotagede, dan memungut sampah. 

Pada kesempatan itu, anak panti asuhan yang diundang belajar cara membuat coklat di sesi Chocolate Creating Experience yang biasanya hanya bisa dilakukan di Museum & Factory Chocolate Monggo. 

Founder Chocolate Monggo, Thierry Detournay mengatakan, pengurangan kemasan plastik sudah dimulai sejak tahun lalu dan akan semakin digencarkan. "Bertahap akan kami coba untuk mengurangi plastik setidaknya hingga 95 persen," ungkap pria asal Belgia yang sudah fasih berbahasa Indonesia itu. 

Ajakan itu dia sampaikan tidak hanya kepada konsumen saja tapi juga seluruh karyawan dan suplier.


(Amelia Hapsari/CN42/SM Network)