• KANAL BERITA

Puluhan Petugas Pemilu di Temanggung Tumbang

Petugas PPK Temanggung menjalani pemeriksaan dari petugas Dokkes Polres Temanggung, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Petugas PPK Temanggung menjalani pemeriksaan dari petugas Dokkes Polres Temanggung, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung mencatat, selama proses penyelenggaraan pemungutan hingga penghitungan suara terdapat 22 orang penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Temanggung tumbang. Puluhan penyelenggara mengalami jatuh sakit, lantaran kelelahan, bahkan sekitar delapan petugas harus rawat inap di rumah sakit.

Ketua KPU Temanggung, Muhammad Yusuf Hasyim mengungkapkan, loyalitas petugas dalam masa penyelenggaraan pemungutan hingga penghitungan suara di Kota Tembakau sangat totalitas. "Loyalitas dan totalitas teman-teman di lapangan dalam menyelenggarakan Pemilu begitu tinggi. Sehingga terkadang mengabaikan kondisi fisik dan kesehatan mereka," ujarnya.

Menurut dia, mayoritas petugas yang tumbang merupakan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Rinciannya, 21 orang KPPS dan satu lainnya seorang anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK). Rata-rata mereka jatuh sakit lantaran kelelahan yang sangat. Namun, di antaranya, ada juga yang terpeleset jatuh dari sebuah bangunan tempat penyelenggaran pemungutan suara.

"Ya karena kelelahan, hilang konsentrasi, terus terjatuh, patah kaki. Tak semua dari 22 orang yang tumbang diharuskan rawat inap (opname) di rumah sakit atau fasilitas kesehatan (faskes) lainnya. Sebagian besar hanya harus menjalani rawat jalan. Yang harus opname di rumah sakit atau faskes lain hanya ada delapan orang, termasuk satu orang PPK Pringsurat," beber dia.

Kemudian, ada satu orang yang patah kaki rawat inap di tempat pengobatan alternatif sangkal putung. Untuk yang lainnya, diperbolehkan untuk rawat jalan. Hingga saat ini masih terdapat dua orang yang masih harus opname di rumah sakit dan Puskesmas. "Totalitas teman-teman penyelenggara memang benar-benar tinggi, kami sangat mengapresiasi," jelasnya.

Disinggung mengenai biaya pengobatan petugas penyelenggara, Yusuf mengungkapkan, mereka dicover sendiri menggunakan dana pribadi. Akan tetapi, yang saat ini masih opname diusahakan bantuan dari pemerintah kabupaten. "Bagi yang kemarin opname dan saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing, kita usahakan juga agar ada cover dana dari pemerintah, sudah kita laporkan ke KPU Provinsi," ucapnya.

Selain itu, ditambahkan, komisioner KPU Temanggung, juga akan saweran dan mengusahakan bantuan dari sumber pendanaan lainnya, guna meringankan beban mereka yang harus sampai opname. "Nanti saat pleno di tingkat kabupaten mereka akan diundang, kita berikan santunan, komisioner dan lainnya urunan. Ini bentuk kepedulian kami," imbuh dia.

Senada, Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Henry Sofyan Rois mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab), melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sudah berkoordinasi dengan pihaknya. Menurut dia, Pemkab dapat memberikan bantuan kepada mereka yang saat ini masih menjalani rawat inap atau opname.

Sementara, mereka yang kemarin harus opname dan saat ini sudah pulang untuk meneruskan rawat jalan, masih dicarikan solusi lainnya. "Dinkes sudah ke sini, data-datanya sudah kita berikan," pungkasnya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)