• KANAL BERITA

Rumah Kriya Gelar Pameran dan Obral Mebel Kualitas Ekspor

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M Arif Sambodo, melihat-lihat produk pameren mebel di Rumah Kriya Banjarsari Solo, Kamis (24/4). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M Arif Sambodo, melihat-lihat produk pameren mebel di Rumah Kriya Banjarsari Solo, Kamis (24/4). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Untuk kali ketiga, Rumah Kriya Banjarsari Solo menggelar Pameran dan Obral Mebel yang diikuti 20 pelaku usaha eksportir mebel. Kegiatan selama tiga hari, 25-28 April mendatang, memperkenalkan produk mebel berkualitas ekspor yang selama ini jarang dilihat masyarakat.

Selain itu untuk penetrasi pasar domestik dengan menjual produk mebel secara langsung dengan berbagai potongan harga/diskon.

"Bagi masyarakat, ini adalah saat yang tepat untuk membeli mebel untuk kebutuhan Lebaran," kata Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Surakarta, Adi Dharma Santoso, di sela-sela pameran dan obral, Kamis (25/4).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, M Arif Sambodo mengatakan, kegiatan Pameran dan Obral Mebel di Rumah Kriya tidak semata-semata untuk mencari pendapatan dari penjualan mebel.

Tetapi sebagai triger, sebagai pemantik untuk memanasi bisnis mebel di Jawa Tengah khususnya di Soloraya agar terus mengeliat dan maju.

"Sektor mebel menempati urutan kedua komoditas ekspor nonmigas. Di Jawa Tengah, nilai ekspor 1,8 miliar dolar AS atau lebih dari 25 persen dari ekspor nasional, 5 miliar dolar AS," kata dia, ketika membuka acara.

Lantaran masih menjadi primadona dan memberi kontribusi cukup besar terhadap APBD, pihaknya terus mempromosikan mebel, terutama promosi internasional bekerja sama pusat dan luar negeri.

Selain ajakan promosi untuk mengenalkan produk dan memperluas jaringan, pihaknya juga melakukan pendampingan dan memberi pelatihan bagi para pelaku usaha mebel. "Tahun ini kita menargetkan kenaikan ekspor mebel sebesar sebelas persen," pungkasnya.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)