• KANAL BERITA

Rubah Mindset Generasi Millenial Jadi Wirausahawan Muda

Motivator muda Syafii Efendi saat Seminar Motivasi Tingkat Nasional Character Building 'How To Be Young Enterpreneur and World Class Leader' di Gedung Narwastu Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Motivator muda Syafii Efendi saat Seminar Motivasi Tingkat Nasional Character Building 'How To Be Young Enterpreneur and World Class Leader' di Gedung Narwastu Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Motivator muda Syafii Efendi menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak aman-aman sekali. Namun demikian, menatap iklim ekonomi secara pesimis tak boleh, tetapi di sisi lain optimisme tinggi tanpa aksi juga merupakan omong kosong. Hal itu disampaikan di sela kegiatan Seminar Motivasi Tingkat Nasional Character Building 'How To Be Young Enterpreneur and World Class Leader' di Gedung Narwastu Temanggung, Kamis (25/4).

Menurut dia, selama ini banyak kaum muda atau akrab disebut kaum millenial, sedari awal dicekoki oleh para orang tua agar bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS). "Nah mindset ini yang harus direvolusi sejak dini, dari akar bawah. Jadi, ketika nanti lulus kuliah, mindsetnya bukan lagi pengen jadi PNS, tapi jadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya.

Dia menyebutkan, baru-baru ini gaji PNS mengalami kenaikan lima persen. Dengan kondisi itu tentu anggaran pendapatan belanja negara (APBN) Indonesia juga makin berat untuk menggaji PNS. Jadi dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan tip-tip sukses berwirausaha di usia muda. Salah satu hal yang penting, yakni jangan habiskan waktu muda untuk pacaran.

Diharapkan waktu muda yang ada, bisa digunakan untuk membangun skill leadership dan networking. "Jangan pacaran, gak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran," katanya, di hadapan para peserta. Dia menjelaskan, sedari dini kawula muda harus mulai mengasah leadership dan dunia kewirausahaan.
 
Menurutnya, saat ini secara nasional leadership kawula Indonesia lemah. Karena sedari dini, tak diajarkan untuk memimpin dan belajar arti dari sebuah peradaban. Untuk sukses dalam berbisnis dan wirausaha harus punya leadership yang kuat. Enterpreneurship tak akan berjalan baik tanpa leadership yang mumpuni. Kalau mau kaya, perbaiki dulu kepemimpinannya.

Setelah itu maka yang lain akan mengikuti. Hal itu dinilainya otomatis. Selain itu, networking juga berperan penting dalam enterpreneurship. Menurut pemuda berusia 27 tahun ini, selama ini banyak mindset yang salah, berbisnis itu harus punya modal besar. "Itu mindset salah, networking akan menekan modal hingga sangat minimal," ungkapnya.

Dikatakan, kebanyakan anak muda kalau diajak  berdiskusi tentang bisnis selalu ngomong terkendala modal. Namun, dikasih modal pun jika memang tidak ada jiwa leadeship, modalnya tentu akan habis.  "Seminar motivasi nasional ini untuk membekali para siswa mau pun para mahasiswa asal Temanggung yang tertarik dengan dunia usaha sejak usia muda," ujar Ketua Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jawa Tengah, Slamet Muridan.

Menurut dia, seminar diikuti sekitar 1.300 peserta, terdiri dari siswa setingkat SMA hingga mahasiswa dari berbagai penjuru Kota Tembakau. Acara terselenggara atas kerjasama organisasi kepemudaan Wimnus Jateng, serta menggandeng BEM Akpers Ngesti Waluyo Temanggung. "Pada 2030-an Indonesia punya bonus demografi, di mana penduduk akan didominasi oleh usia produktif," tutur dia.

Untuk menyongsong itu, ia ingin agar kawula muda mengubah mindsetnya dari ingin jadi pekerja menjadi ingin berwirausaha sejak dini. "2034 kita bermimpi mampu menciptakan satu juta pengusaha muda miliarder. Seminar serupa, akan digemakan di seluruh penjuru nusantara. Di mana, selanjutnya akan difollow-up dengan pelatihan-pelatihan berwirausha secara gratis," kata Slamet.

Sementara itu, salah satu pelajar, Indah Lutfiana, siswi Kelas XI SMAN 2 Temanggung mengaku tertarik mengikuti seminar motivasi tingkat nasional character building 'How To Be Young Enterpreneur and World Class Leader'. Hal itu agar 'tertular' sukses menjadi wirausaha di usia belia. Dia sudah ada keinginan untuk jadi wirausaha sejak belia, tapi masih bingung gambaran konkretnya seperti apa.

"Ikut ini, belajar biar ada gambaran dan semangat, pengen ketulan sukses jadi pengusaha di usia muda," tutur gadis berkerdung itu. Diakui, dia mengikuti kegiatan itu tak gratis. Untuk dapat mengikuti seminar motivasi itu, Indah harus merogoh kocek hingga Rp 100.000. "Uang buat ikut ini ambil dari tabungan. Tiap hari, saya sisihkan uang saku untuk ditabung?," tuturnya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)