• KANAL BERITA

Ramadan, Hiburan Malam Wajib Tutup

Sejumlah pelaku usaha dan tempat hiburan mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Dedy dan Jumadi, di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kamis (25/4).  (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
Sejumlah pelaku usaha dan tempat hiburan mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Dedy dan Jumadi, di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kamis (25/4). (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com - Pemkot Tegal mewajibkan seluruh industri jasa hiburan seperti diskotik, pub, karaoke, billiar, tempat pijat, sauna dan spa tutup selama Ramadan 1440 Hijriah hingga satu hari setelah Idul Fitri.

Larangan itu dituangkan melalui surat edaran Wali Kota Tegal yang disepakati dalam rakor pengaturan kegiatan usaha dan hiburan selama Ramadan, di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kompleks Balai Kota Tegal, Kamis (25/4).

Rakor dipimpin Wali Kota Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota M Jumadi. Dihadiri puluhan pelaku usaha dan hiburan di Kota Bahari.

"Selain mengatur industri hiburan juga mengatur sejumlah usaha lain. Seperti rumah makan, restoran, warung, dan kantin agar saat membuka usahanya tidak mencolok ‘’Yakni tetap menutup pintu dan jendela dengan kain korden,’’ kata JUmadi.

Sementara jam buka usaha warung lesehan dimulai sejak sebelum magrib hingga menjelang imsak. Sementara minimarket, supermarket dan department store agar membuka usaha mulai jam 10.00 hingga 22.00 Senin-Jumat, dan hingga pukul 23.00 pada hari Sabtu.

‘’Bioskop juga dilarang memasang poster dan memutar film yang ada unsur pornografi. Jam tayang juga harus disesuaikan. Sedangkan kafe dimulai pukul 21.00 hingga 23.00 dan dilarang menyediakan alkohol,’’ kata Wakil Wali Kota.

Wali Kota Dedy Yon menambahkan,  pelaku usaha tidak menjalankan surat edaran itu Pemkot akan menerapkan berjenjang sesuai bobot pelanggara mulai sanksi tertulis, penutupan sementara, hingga pencabutan usaha atau penutupan permanen.

Sementara pengawasan dilakukan oleh instasni pemerintah dan aparat hukum. Tidak boleh ada sweeping dari Ormas atau LSM.

‘’Diharapkan semua elemen bisa saling mendukung menyambut Ramadan. Menjaga situasi dan kondisi agar Tegal tetap kondusif,’’ kataWali Kota.


(Tresno Setiadi/CN42/SM Network)