• KANAL BERITA

Muhlis Rakit Mesin Adonan Kue Praktis dan Sederhana

Muhlis (kiri) menujukan mesin pemadat adonan yang dirakitnya sendiri.(suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Muhlis (kiri) menujukan mesin pemadat adonan yang dirakitnya sendiri.(suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Muhlis (41) pengusaha kue kering asal Desa/Kecamatan Jati, Kabupaten Blora memberanikan diri membuka usaha di rumah, setelah mendapat pengalaman bekerja di daerah Jawa Timur. Bahkan, dia merakit peralatan adonan kue yang praktis dan sederhana.

Dirintis sejak 2005, usaha Muhlis awalnya hanya memproduksi dua jenis kue kering berupa stik dan pangsit. Dengan sistem pemasaran dari warung ke warung di Desa Jati, Pasar Doplang dan sekitarnya, usaha itu terus berkembang banyak peminat dan pelanggan.

Melihat peluang usaha yang cukup besar tersebut, pada 2006, Muhlis berupaya meningkatkan produksi dengan membuat mesin baru dengan meng-up grade mesin yang dibeli dari pabrik. Mesin rakitan itu bisa meningkatkan produksi dengan biaya murah, praktis dan sederhana.

Dikatakan, setelah melakukan beberapa kali pengamatan terhadap cara kerja alat buatan pabrik, dia akhirnya menemukan ide untuk merancang sendiri alat untuk memadatkan dan menipiskan adonan kue.

Dengan dibantu pemilik bengkel las di Desa Jati, Muhlis akhirnya bisa merakit alat tersebut dengan biaya pembuatan tidak lebih dari satu juta rupiah. Setahun kemudian Muhlis kembali merancang alat baru untuk pengaduk adonan kue dengan menghabiskan biaya Rp 1,5 juta.

 Alat pemadat dan penipis adonan kue hasil kreasi Muhlis ini merupakan perpaduan antara mesin penipis buatan sendiri dan pemotong buatan pabrik.

Kini, dengan alat ciptaan itu produksi aneka snack/makanan ringan Muhlis meningkat pesat. Muhlis mulai mengembangkan usahanya dengan memproduksi keripik pisang dan keripik ketela dan keripik sukun.

Wilayah pemasaran kue hasil produksinya mulai berkembang tidak hanya di wilayah Kecamatan Jati. Tetapi juga merambah ke wilayah Kecamatan Randublatung dan wilayah Kecamatan Sulursari, Kabupaten Grobogan.

Selain produksi kue meningkat, keberhasilan menciptakan alat pemadat adonan kue, juga membuat Muhlis mendapatkan kepercayaan mengikuti gelar teknologi tepat guna tingkat nasional di Lombok Nusa Tenggara Barat, November 2016.

Meski tidak masuk nominasi juara di event tersebut namun dia mengaku mendapat kepercayaan tampil di tingkat nasional adalah kebanggaan tersendiri baginya. 


(Abdul Muiz/CN42/SM Network)

Berita Terkait
Tirto.ID
Loading...
Komentar