• KANAL BERITA

Pascapemilu, Danrem Pamungkas Ajak Masyarakat Waspadai Potensi Kerawanan

BERI SAMBUTAN: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni memberikan sambutan kala membuka acara Penyelenggaraan Komsos dengan Aparat Pemerintahan di Joglo Monumen Diponegoro, Jetis, Kota Jogja, Kamis (25/4). (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
BERI SAMBUTAN: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni memberikan sambutan kala membuka acara Penyelenggaraan Komsos dengan Aparat Pemerintahan di Joglo Monumen Diponegoro, Jetis, Kota Jogja, Kamis (25/4). (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Suasana 'panas' di masyarakat ternyata belum selesai setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 digelar. Pasca pesta demokrasi itu pun tak menutup kemungkinan suasana serupa terjadi. Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni pun mengajak masyarakat tetap selalu waspada.

"Pemilu memang sudah usai, tapi tahapan-tahapan berikutnya belum selesai sehingga potensi kerawanan masyarakat masih tetap ada. Ini yang harus diwaspadai," kata Zamroni saat membuka acara Penyelenggaraan Komsos dengan Aparat Pemerintahan di Joglo Monumen Diponegoro, Jetis, Kota Jogja, Kamis (25/4).

Karena tingkat kerawanan masih tetap ada, kata Danrem, maka kesiapsiagaan tak hanya aparat TNI semata namun masyarakat juga harus selalu terjaga.

"Syaratnya kita harus kerjasama bersinergi dengan aparat negara lain seperti pemda dan juga Polri. Ketika sinergi sudah terbentuk maka harus kompak juga menjaga wilayah DIY ini agar tetap aman," tegas jenderal asal Sumatera itu.

Acara Penyelenggaraan Komsos dengan Aparat Pemerintahan ini sendiri selain dihadiri Dandim dan pejabat setingkat lainnya di wilayah Kedu juga dihadiri unsur Polri dan Pemda. Dari Polri, tampak hadir langsung Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kapolres di wilayah Kedu dan beberapa pejabat pemda di wilayah DIY.

"Saya sangat bangga hadir dan berbicara di acara ini karena berkesempatan mengenal langsung juga pejabat pejabat Kepolisian di wilayah Kedu," sambung Kapolda memulai sambutan.

Hal senada juga diutarakan Kapolda kaitannya dengan Pemilu. Menurut jenderal bintang dua asal Jabar itu usai Pemilu digelar dengan lancar, saat ini tugas utama Polri dan juga TNI lebih pada mengelola efek pasca Pemilu.

"Ibarat bisul itu sudah pecah pada 17 April lalu. Tinggal memaintenance efeknya saja yang memang terkadang masih terasa panas juga," kata Kapolda.

Panasnya suasana pascapemilu, ungkap Dofiri, sangat terasa sekali di media-media sosial. Sejumlah berita yang belum jelas kebenarannya marak terjadi di lini massa itu.
"Dan ini berbahaya kalau ternyata berita itu tidak benar alias hoax," imbuhnya.

Maka dari itu, tambah Kapolda, sebagai aparat negara, baik TNI, Polri dan juga pegawai Pemda juga harus bijak dan jernih menyikapi berita berita di media sosial.

"Apalagi sebagai aparat negara kita harus memiliki usus yang panjang karena penting untuk mencerna dengan baik sebuah berita itu benar atau tidak," jelasnya.

Adapun Staff Ahli Bidang Ekonomi Sosial Budaya Pemerintah Provinsi DIY Tri Mulyono menyebut kegiatan komsos tersebut merupakan momentum penting guna mewujudkan pertahanan wilayah negara.

"Karena sebagai aparat pemerintah harus bersinergi karena tanpa itu keamanan wilayah tidak bisa terwujud," tandas Tri mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)