• KANAL BERITA

Meriahkan HUT ke-65, YPAC Gelar Jalan Sehat

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang, akan mengadakan jalan sehat untuk memeriahkan HUT ke-65 yayasan tersebut. Ketua panitia Widorini Srijayati mengemukakan, acara itu juga dimeriahkan dengan penampilan marching band dan pertunjukan barongsai.

Adapun rute jalan sehat diawali dari gedung YPAC, Jalan KH Ahmad Dahlan. Kemudian dilanjutkan menuju Jalan Pahlawan, kawasan Simpanglima serta kembali ke lokasi awal. Sebelumnya, kreativitas dalam bermain musik dipertunjukkan oleh siswa-siswi SLB C (tunagrahita) dan SLB D (tunadaksa).

Dia berharap, dukungan dari orangtua siswa, guru, pengurus yayasan hingga pemerintah, mampu menggali lebih dalam potensi yang dimiliki anak-anak. "Kami yakin potensi anak-anak disabilitas, khususnya di YPAC besar sekali, hanya belum maksimal. Kami ingin menggali lebih dalam lagi potensi mereka," kata Rini.

Menurutnya, di balik fisik yang kurang pada mereka, ada kecerdasan yang luar biasa. Karena itu, selain peran orangtua, dukungan dan perhatiaan dari pemerintah juga diperlukan. "Kecerdasan ini terbukti dari dua anak didik kami yang menjuarai lomba bidang teknologi informasi di India beberapa waktu lalu. Kami ingin semua potensi yang ada muncul secara bersama-sama," imbuhnya.

Dia ingin, anak-anak disabilitas harus memiliki keyakinan bahwa mereka dilahirkan dengan maksud yang baik. Di balik keterbatasan ada kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. "Anak-anak harus lebih percaya diri, karena kami ada untuk mereka. Kami akan berjuang dengan pihak terkait untuk megantar masa depan mereka dan mandiri secara finansial," ujarnya.

Sementara itu, Ketua YPAC Kastri Wahyuni menyatakan, hingga saat ini, tercatat ada 226 siswa yang masih menempuh pendidikan. Rinciannya sebanyak 116 siswa SLB C, 88 anak SLB D dan 22 anak mengikuti pravokasional. "Kami juga melengkapi dengan pelayanan medis seperti klinik, fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi dan terapi musik," sebutnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)