• KANAL BERITA

33 Calon Haji di Rembang Tidak Melunasi BPIH

DAFTAR HAJI : Sejumlah warga Kabupaten Rembang melakukan antrean pendaftaran ibadah haji di ruang layanan Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Rembang. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)
DAFTAR HAJI : Sejumlah warga Kabupaten Rembang melakukan antrean pendaftaran ibadah haji di ruang layanan Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Rembang. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com - Kantor Kemenag Kabupaten Rembang mencatat ada total 33 calon jamaah haji (calhaj) yang tidak melakukan pelunasan Biaya Penyelanggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama. Mereka tidak melakukan pelunasan lantaran beberapa sebab berbeda.

Data dari Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Rembang, 33 calhaj tersebut tidak melunasi BPIH tahap pertama di antaranya karena mengundurkan diri (13 orang), sakit (10 orang) serta meninggal dunia (5 orang).

Selain itu ada juga yang tidak melunasi karena kehamilan (dua orang), tanpa keterangan (satu orang) dan lunas tunda (dua orang). Dari daftar pelunas BPIH tahap pertama, ada beberapa yang nanti dimungkinkan mendapatkan kesempatan melakukan pelunasan pada tahap kedua. Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Rembang, Rofi’atun menyatakan, data terakhir yang tercatat, ada 581 calhaj yang sudah melakukan pelunasan BPIH pada tahap pertama.

“Kami konfirmasi ulang, jumlah jamaah haji tahun 2019 ada 614 orang. Yang melunasi BPIH (tahap pertama) ada 581 orang. Ada sisa 33 orang dengan keterangan berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah meninggal dunia, dan mengundurkan diri,” terang Rofi’atun.

Dia menegaskan, sampai saat sekarang belum mendapatkan kepastian kapan jadwal pelunasa BPIH tahap kedua. Jika sudah ada rekomendasi, selanjutnya Kemenag akan menyampaikan pengumuman. Menurutnya, secara regulasi pelunasan BPIH tahap kedua, diperuntukan bagi jamaah yang memerlukan mahrom, jamaah lanjut usia (lansia) serta jamaah lansia berpendamping. Mereka akan mendapatkan prioritas untuk melakukan pelunasan.

Ia menjelaskan, dari calhaj yang melakukan pelunasan pada tahap pertama,  sebagian sudah menjalani proses biometrik, termasuk 5 orang petugas. Hanya saja, masih ada 10 calhaj yang tidak mengikui proses biometrik lantaran sakit. Mereka yang sakit tersebut akan diikutkan menjalani biometrik susulan bersama dengan para calhaj yang memiliki hak melakukan pelunasan BPIH pada tahap kedua. Waktunya masih menunggu petunjuk.


(Ilyas al-Musthofa/CN26/SM Network)