• KANAL BERITA

Banyak Tenda Pedagang Belum Ditempati

Sejumlah pedagang menempati tenda di pusat kuliner kabupaten (PKK) di eks tempat pelelalangan kayu (TPK) Perhutani atau belakang GOR Pesantenan, Rabu (24/4). (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Sejumlah pedagang menempati tenda di pusat kuliner kabupaten (PKK) di eks tempat pelelalangan kayu (TPK) Perhutani atau belakang GOR Pesantenan, Rabu (24/4). (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com -  Setelah alun-alun simpang lima disterilkan dari pedagang pada Senin (22/4), belum semua pedagang menempati lokasi baru, pusat kuliner kabupaten (PKK) di belakang GOR Pesantenan. Masih banyak tenda belum ditempati pedagang kaki lima (PKL).

Koordinator pedagang kaki lima (PKL) Simpang Lima, Tukul, mengakui belum semua pedagang menempati pusat kuliner di eks tempat pelelangan kayu (TPK) Perhutani. Yang menempati baru sekitar 100-an PKL. Padahal jumlah pedagang semestinya jauh lebih dari itu.

‘’Sebenarnya persoalan pengundian masih perlu diperhatikan. Mengingat masih banyak PKL Simpang Lima belum mendapat tempat. Mereka tidak bisa datang saat proses pengudian,’’ terangnya.

Selama tiga hari menempati lokasi baru, Tukul mengatakan masih perlu sejumlah pembenahan. Seperti penerangan masih kurang, terutama di bagian pojok pusat kuliner tersebut.

‘’Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan janji sebelumnya. Terutama dalam memindahkan keramaian. Kami berharap ada panggung hiburan dan berbagai kegiatan lain yang mampu meramaikannya,’’ kata Tukul.

Sementara itu saat ini proses revitalisasi alun-alun Pati terlihat telah mulai dikerjakan. Pemagaran sudah terpasang dan papan informasi proyek telah terpasang. Di papan tertulis pelaksana revitalisasi alun-alun tersebut adalah PT Tri Mega Indah dan PT Aneka Tata lanskap (KSO).

Biaya untuk revitalisasi mencapai Rp 8.845.469.000 bersumber dari APBD 2019. Proses revitalisasi itu dimulai 22 April dan diperkirakan rampung pada 8 September 2019 dengan jangka waktu 150 hari kerja.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)