• KANAL BERITA

UMKM Didorong Kembangkan Usaha Berbasis Teknologi

Pemkot Keluarkan Kredit Murah

Pakar digital marketing, Laksita Utama Suhud memotivasi para pelaku UMKM dan inovator di Kota Magelang agar mengembangkan usahanya dengan basis teknologi (technopreneurship) pada seminar dan workshop di Hotel Atria Magelang.  (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Pakar digital marketing, Laksita Utama Suhud memotivasi para pelaku UMKM dan inovator di Kota Magelang agar mengembangkan usahanya dengan basis teknologi (technopreneurship) pada seminar dan workshop di Hotel Atria Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya dengan basis teknologi (technopreneurship). Dengan invensi dan inovasi teknologi dalam berwirausaha diharap mampu meningkatkan omset, laba, dan perluasan jaringan.

Hal itu disampaikan Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito pada Seminar dan Workshop Technopreneurship di Hotel Atria Magelang, Rabu (24/4). Hadir sebagai narasumber Laksita Utama Suhud, pakar digital marketing.

“Pemerintah mendukung pengembangan wirausaha berbasis teknologi bagi pelaku UMKM. Sebab, pemanfaatan teknologi bisa meningkatkan omset, laba, dan perluasan jaringan usaha,” ujarnya.

Joko menuturkan, seminar dan workshop ini upaya Pemkot dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM agar memperoleh pencerahan mengenai kegiatan wirausaha berbasis teknologi.

Bentuk lainnya, Pemkot Magelang mengeluarkan program kredit murah dengan bunga 3 persen bagi masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui PD BPR Bank Magelang. 

“Nilai bunga ini lebih murah dibanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai 7 persen. Program ini tak lain untuk percepatan ekonomi akses daerah. Pemkot juga memberi kesempatan berupa kredit tanpa agunan,” katanya.

Ia menyebutkan, angka minimal kredit tanpa agunan tidak banyak, hanya sekitar Rp 2.500.000. Sementara kredit dengan agunan bisa mencapai Rp 25 juta. Program ini bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka di bidang permodalan.

“Permodalan merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu usaha. Anggaran yang dialokasikan untuk kredit tersebut sekitar Rp 3 milyar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kota Magelang, Arief Barata Sakti menjelaskan, sebagian besar peserta seminar adalah para inovator ajang Kreasi dan Inovasi (Krenova) 2019. Melalui kegiatan ini para inovator semakin tergerak/termotivasi untuk berkarya lebih baik dan mengarah pada dunia industrial.

“Semua peserta Krenova kami undang, ditambah pelaku UMKM. Ke depan kita harapkan mereka tidak hanya berfikir sebagai inovator saja tapi juga komersial,” urainya didampingi Kabid Pengembangan Harmonisasi Inovasi, Catur Adi Subagyo.

Senada disampaikan Kepala Sub Bidang Pengembangan dan Penerapan Iptek, Yetty Setianingsih bahwa, seminar ini juga untuk menumbuhkan iklim kewirausahaan berbasis teknologi di masyarakat Kota Magelang. Termasuk memberikan bekal keilmuan praktis technopreneurship yang langsung dapat diaplikasikan para pelaku.

“Sekaligus mendorong para inovator agar bisa berusaha sendiri menjadi seorang pebisnis. Tujuan akhirnya meningkatkan omset UMKM Kota Magelang, mendukung Kota Magelang Produktif dan Cerdas, serta membentuk perintis usaha baru,” ungkapnya. 


(Asef Amani/CN42/SM Network)