• KANAL BERITA

Masalah Tembakau Temanggunng Dinilai Sudah Akut

Seorang petani tembakau menjemur tembakau rajangan miliknya saat musim panen tembakau di halaman rumahnya, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Seorang petani tembakau menjemur tembakau rajangan miliknya saat musim panen tembakau di halaman rumahnya, belum lama ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Masalah pertembakauan di Kabupaten Temanggung dinilai sudah masuk akut. Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq menganggap, masalah pertembakauan telah merugikan berbagai pihak, tidak hanya petani saja, para pedagang dan pabrikan juga turut dirugikan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, semua pihak harus dilibatkan agar sesuai trek yang benar.

“Semua pihak dirugikan dalam masalah pertembakauan ini. Untuk menyelesaiakan masalah harga tembakau yang murah, kualitas tembakau yang buruk di Temanggung, harus dilakukan pertemuan bersama dari berbagai pihak. Kami juga telah melakukan pertemuan dengan berbagai elemen mulai dari petani tembakau, pedagang tembakau, pihak perbankan, bahkan pihak pabrik juga telah saya temui," ungkapnya.

Menurut dia, dari hasil pertemuan-pertemuan yang dilakukan, intinya sama, yakni semua elemen harus duduk bersama. "Memang kita harus membangun tekat bersama-sama untuk memperbaiki kondisi pertembakauan di Temanggung yang saya anggap sudah akaut. Semua pihak harus kita kembalikan, kita luruskan pada trek yang benar,” beber orang nomor satu di kota tembakau itu.

Terkait masalah tembakau ini, Bupati Al Khadziq menyebutkan, yang paling dirugikan dalam pertembakauan adalah petani, akibat perilaku tidak jujur, dari potongan timbangan, potongan harga, bahkan perilaku greder yang mau untungnya sendiri juga menjadi penyebab dari kerugian para petani tembakau. Namun, akhirnya semua juga terlibat dalam hal ini.

Bahkan, saat ini perilaku petani yang memalsu tembakaunya dengan mencampur gula terlalu banyak, dicampur tembakau yang jelek yang owol, bahkan ada juga yang keranjangnya dicampur berbagai benda, agar menambah berat timbangannya. "Semua sudah terlibat dalam penyimpangan-penyimpangan ini dan harus kita luruskan. Jadi memang persoalan ini harus dikembalikan pada jalurnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Khadziq menuturkan, pemerintah memang harus segera mengambil langkah dalam hal ini, agar masalah yang telah bertahun-tahun itu tidak berlarut-larut. “Kalau kita tidak mengambil langkah ini berbahaya, pertembakauan Temanggung semakin tahun akan semakin tidak menghasilkan apa-apa. Mereka melakukan usaha pertanian tiga bulan, empat bulan di ladang tembakau tidak dapat uang, tapi hutangnya bertambah, ini bahaya kalau diterus-teruskan, lama-lama kasihan petani kita,” bebernya.

Maka dari itu semua pihak harus dipertemukan bersama untuk merunding masalah itu dengan kepala dingin. “Dalam waktu dekat kita akan lakukan pertemuan bersama. Saya yakin satu dua kali pukul kita masih belum bisa memperbaiki kondisi pertembakauan, tapi harus ada yang memulai proses ini, mengembalikan ke trek yang benar,” terangnya.  

Kondisi ini, lanjutnya,  semua pihak dirugikan, petani dirugikan karena harga tembakau murah penerimaan keuntungan sedikit. “Pedagang juga dirugikan karena tidak mendapatkan kualitas yang bagus, sedangkan gredel juga dirugikan karena sekian ribu ton itu mungkin yang di palsukan  lebih dari 50 persen sendiri,” pungkasnya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)