• KANAL BERITA

Belum Semua Dinas Sediakan Ruangan Laktasi

Disdukcapil Kabupaten Jepara hampir dipenuhi warga setiap hari, namun belum tersedia ruangan anak dan ruangan laktasi. (suaramerdeka.com/Padhang Pranoto)
Disdukcapil Kabupaten Jepara hampir dipenuhi warga setiap hari, namun belum tersedia ruangan anak dan ruangan laktasi. (suaramerdeka.com/Padhang Pranoto)

JEPARA, suaramerdeka.com – Pemanfaatan ruang laktasi di Kabupaten Jepara belum maksimal. Sementara sejumlah instansi belum menyediakan fasilitas sebagaimana diatur Perbup No 3/2017 tentang pemberian ASI Eksklusif sehingga ada keharusan penyediaan ruangan laktasi.

Bahkan, instansi publik milik pemerintah belum menyediakan ruangan itu. Misalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang setiap harinya masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan.

Di antara mereka membawa anak kecil, yang masih wajib diberi susu ibu. Namun sayang, tiada tempat khusus untuk menyusui. Seperti pasangan Ahmad Taufiq dan Lia Isfinaamali, saat mengurus berkas, keduanya mengajak buah hati mereka yang masih berusia sekitar sembilan bulan.

Meski pun, sudah bisa mengonsumsi makanan penamping ASI. Namun Lia masih sering meminta air susu kepada sang ibu. "Kalau pergi-pergi seperti ini, saya bawa susu hasil memerah di rumah. Terkadang ya sampai basi," ujar warga Kalipucang, Welahan itu.

"Kalau ada ruang Laktasi dan ruang bermain ya lebih baik. Soalnya kan masih kecil anak saya," tutur dia.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetyo membenarkan fasilitas laktasi belum tersedia. "Memang belum ada, kami berencana  menyiapkan fasilitas tersebut," katanya.

Berbeda dari kondisi di Terminal Induk Jepara, di mana ruangan laktasi sudah tersedia, namun ruangan itu terkunci rapat.

"Memang dikunci. Kalau ada yang mau menyusui lapor ke kantor terminal kemudian baru dibukakan," ujar Sahono, Kepala Terminal Jepara, Selasa (23/4).

Ruangan itu jarang dimanfaatkan penumpang  yang lebih memilih menyusui di dalam bus.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Jepara Endang Ratriasworo juga mengakui di kantornya belum tersedia fasilitas tersebut.

"Dulu di sini (Dinas Kesehatan Jepara) ada ruangan laktasi itu. Namun karena kepentingan perluasan ruangan, kini ditempati sebagai ruang salah satu pimpinan," ungkapnya.

Sejumlah pegawai yang tengah menyusui harus meminjam ruangan kepala bidang. Aktivitas menyusui penting bagi ibu dan bayi. "Tentu akan masuk dalam evaluasi kami. Namun, untuk pabrik-pabrik, Sekda dan 21 puskesmas serta RSUD Kartini, kami pastikan sudah ada fasilitas ruang laktasi," kata Endang.


(Red/CN40/SM Network)