• KANAL BERITA

Perajin Rotan Trangsan Bertekad Bangkit

Para pekerja tengah membuat kerajinan di Desa Wisata Rotan Trangsan, Kecamatan Gatak mulai bangkit. (suaramerdeka.com/Ari Welianto)
Para pekerja tengah membuat kerajinan di Desa Wisata Rotan Trangsan, Kecamatan Gatak mulai bangkit. (suaramerdeka.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Para perajin di sentra industri rotan di Desa Wisata Rotan Trangsan, Kecamatan Gatak mencoba bangkit dengan berbagai kiat, kreasi dan inovasi agar bisa kembali berjaya meraih pasar baik dalam negeri mau pun mancanegara.

Krisis pada 2008 berdampak pada industri rotan, sehingga dari 500 perajin hanya tersisa sekitar 120 industri. Saat ini, perlahan mulai bangkit dan tumbuh menjadi 196 industri, semenjak warga membentuk paguyuban yang ingin membangkitkan kembali bisnis rotan di Desa Trangsan.

Wakil Ketua Kelompok Rotan Desa Trangsan, Suparji mengatakan, dulu ada sekitar 500 industri yang menyerap 7.000 pekerja.  Kini, berbagai upaya atau strategi dicoba untuk membangkitkan lagi sentra rotan di Desa Trangsan.

Salah satunya membentuk Forum Rembuk Cluster Rotan sebagai wadah untuk berkumpul mencari solusi bagaimanan kerajinan rotan bisa kembali Berjaya. Lalu bekerja sama dengan Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (Pupuk) Indonesia untuk membantu mengembangkan pasar Uni Eropa.

Perajin mendapat pendampingan Pupuk untuk penguatan organisasi, desain dan pameran. Terakhir ikut pameran di Jerman dengan produk desain hasil pendampingan mereka. Saat ini eskpor mulai meningkat ini ada sekitar 120 kontainer tiap bulan.

‘’Banyak pengusaha melakukan inovasi, kreativitas terutama dari bahan. Kalau selama ini bahan baku langka, sekarang banyak berinovasi dengan bahan lain, seperti bahan limbah atau ranting-ranting kayu jadi,’’ papar dia.    

Saat ini paguyuban fokus menumbuhkan pasar bagi indutri rotas khususnya pasar dalam negeri sebagai pematik menuju kebangkitan dan kejayaan industri rota di Desa Trangsan.

‘’Dulu lebih banyak di ekspor, pasar lokal belum tergarap. Harapannya sekarang pasar dalam negeri sudah mulai terbuka dan bisa berkembang lagi seperti dulu,’’ kata perajin Ucok Suwarto.


(Ari Welianto/CN40/SM Network)