• KANAL BERITA

Membangun Karakteristik Pendidikan Maarif Menuju Satu Abad NU

Lailatul Ijtima LP Maarif NU

Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU H Idris Imron Menyerahkan sertifikat tanah wakaf dari Nahdliyin  kepada Ketua PWNU Jateng, KH Muzammil di sela-sela diskusi. (suaramerdeka.com/Moh Khabib Zamzami)
Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU H Idris Imron Menyerahkan sertifikat tanah wakaf dari Nahdliyin kepada Ketua PWNU Jateng, KH Muzammil di sela-sela diskusi. (suaramerdeka.com/Moh Khabib Zamzami)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jelang satu abad usia NU, Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah menggelar diskusi untuk merumuskan karakteristik pendidikan Maarif NU. Perumusan paradigma, penguatan simbolisasi NU serta penguatan amaliah ahlu sunah menjadi pokok pembahasan para pengurus LP Maarif Jateng, baru-baru ini.

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah, R Andi Irawan mengatakan, LP Maarif yang dipegangnya saat ini sedang menggodok paradigma baru dalam usaha memperkuat jaringan pendidikan di Jawa Tengah. Pendidikan LP Maarif, kata dia, ke depan harus memperkuat amaliah ahlu sunah untuk membiasakan anak didik dengan tradisi NU seperti barzanji, yasinan ziarah kubur dan lain sebagainya.

"Selain itu juga harus dilakukan penguatan kurikulum. Meski masih mengikuti kurikulum pemerintah, namun akan diperkuat dari sisi fikih amaliah dan akidah ahlu sunah yang akan diajarkan di madrasah. Kemudian, memperkuat pendidikan tasawuf dan akhlak untuk penguatan moral anak-anak madrasah," ujar Andi, seusai mengikuti acara Lailatul Ijtima Haul Arwah dan Diskusi di Kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto No 180.

Harapannya, lanut Andi, pendidikan di LP Maarif memiliki karakter yang jelas dengan menjaga tradisi lama. Namun, LP Maarif tidak menutup kemungkinan memasukkan unsur-unsur baru agar bisa menjawab tantangan zaman.

Ditambahkan, saat ini mereka juga sedang fokus pada peningkatan mutu pendidikan dengan mendirikan madrasah diniyah unggulan. Saat ini mereka telah bekerja sama dengan Kemenag pusat untuk pendampingan mutu.

Berbasis IT

Selanjutnya, penguatan literasi yakni dengan mendirikan CV Asna Pustaka, sehingga untuk mendorong guru di lingkungan LP Maarif dan praktisi agar berkarya dan berkontribusi. Berikutnya penguatan IT dan manajemen.

"Pengelolaan manajemen harus berbasis IT jangan sampai masih ada yang manual. Di samping juga terus melakukan pemerataan pendirian madrasah di desa yang masih lemah NU-nya kemudian di perkotaan," imbuh dia.

Terpisah, Ketua Tanfidiyah PWNU Jateng, Muzammil menjelaskan, inti dari kajian ada lailatul ijtmak yaitu sosialisasi tentang pentingnya pendidikan yang berkarakter akhlaqul karimah. Di samping penguatan intelektual dan ketrampilan peserta didik di lingkungan NU yang dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan Negara yang sedang mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

"Kami bertekad untuk mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yg seutuhnya. Sesuai visi dan pemikiran proklamator, para pendiri NU dan Negara Indonesia," pungkasnya.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN40/SM Network)