• KANAL BERITA

Warga Sragen Khawatir, Pasar Tiban Tugu Girimargo Makin Ramai

Puluhan pedagang pasar tiban, berjualan di pertigaan jalan sekitar Tugu Girimargo, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen.(suaramerdeka.com/Anindito AN)
Puluhan pedagang pasar tiban, berjualan di pertigaan jalan sekitar Tugu Girimargo, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen.(suaramerdeka.com/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Keberadaan pasar tiban di Tugu Girimargo di Desa Girimargo, Kecamatan Miri, semakin hari semakin ramai. Sejumlah warga mulai khawatir keramaian pasar di persimpangan jalan Desa Girimargo bisa memicu kerawanan kecelakaan.

Jalan desa itu tergolong ramai. Jalur menuju Kantor Kecamatan Miri itu sekarang ramai lalu lalang warga dan puluhan pedagang yang memadati kawasan tugu. Mereka seolah tidak khawatir tersenggol mobil atau motor.

‘’Lima tahun lalu, jumlah pedagang yang berjualan sedikit. Tapi sekarang sudah memadati pertigaan sekitar tugu,’’ tutur Wartini, pelanggan pasar tiban Tugu Girimargo, Miri itu.

Di lokasi itu tak kurang 40 pedagang berjualan di sekitar tugu,, mulai dari berjualan sayur-sayuran, bumbu pawon, hingga kebutuhan telur, kelapa, hingga sarapan pagi. Bagi yang tidak terbiasa melihat pemandangan itu terlihat semrawut. Namun bagi warga setempat, keberadaan pasar tiban itu memudahkan warga berbelanja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sragen, Untung Sugihartono, mengaku belum mengetahui kondisi pasar tiban itu. ‘’Nanti akan kami cek, seperti apa pasar tiban itu,’’ tutur Untung Sugihartono.

Padahal di Desa Girimargo itu sudah ada Pasar Desa. ‘’Kalau pasar desa lokasinya tidak di pertigaan jalan,’’ tuturnya.

Jika ada kegiatan pasar di lokasi itu, berarti termasuk pasar tiban.

Didik Suryadi, warga Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri yang sering melewati wilayah pasar tiban itu mengaku waswas. Sebab di samping pedagang yang berjualan, terlihat lalu lalang mobil dan sepeda motor lewat.

Kondisi saat ini tidak ada masalah. ‘’Tapi nanti jika ada pedagang atau pembeli yang berbelanja tersambar mobil, baru ribut,’’ ungkapnya.

Sebelum terjadi musibah kecelakaan di lokasi pertigaan Tugu Girimargo itu, sebaiknya pedagang tiban digeser ke tepian jalan. Upaya ini untuk menghindari adanya musibah yang kemungkinan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Giyono warga Desa Girimargo mengatakan banyak pelajar SMA/SMK yang berangkat sekolah ke Gemolong memacu motornya kencang saat melewati lokasi pasar tiban itu. ‘’Kalau masuk sekolah agak terlambat, banyak pelajar ngebut meski melewati pasar tiban yang sibuk di pagi hari,’’ tuturnya.


(Anindito AN/CN40/SM Network)