• KANAL BERITA

Seratus Lebih Bangunan Tepi Jalan Transito Bakal Ditertibkan

Terdampak Proyek Underpass Transito

Warung makan di tepi rel kereta api (KA) Jalan Transito menjadi sasaran penertiban oleh Pemkot Surakarta. (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
Warung makan di tepi rel kereta api (KA) Jalan Transito menjadi sasaran penertiban oleh Pemkot Surakarta. (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Seratus lebih bangunan di tepi Jalan Transito bakal ditertibkan Pemkot Surakarta, sehubungan dengan rencana pembangunan underpass di kawasan tersebut. Mayoritas bangunan itu merupakan lokasi usaha para pedagang kaki lima (PKL).

Kabid PKL Dinas Perdagangan, Didik Anggono mengungkapkan, dari pendataan lapangan terdapat 104 bangunan yang perlu dibongkar. Selain lapak atau bangunan PKL, sasaran pembongkaran itu mencakup TPS, pos kamling, dan hunian.

"Pembongkaran ini dimaksudkan untuk membebaskan lahan di sekitar Jalan Transito, agar terlihat lebih lega. Di beberapa titik, terutama kawasan sekitar Purwosari, badan jalannya cenderung menyempit karena keberadaan para PKL tersebut," terang Didik, Selasa (23/4).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sudah berkoordinasi untuk merealisasikan rencana penertiban itu. Pemkot juga tengah menyiapkan sejumlah solusi, seperti relokasi PKL ke sejumlah selter atau pasar tradisional.

"Untuk lokasi usaha pengganti, bisa dipindahkan ke selter Manahan, selter buah Purwosari, selter Griyan, Pasar Penumping atau Pasar Purwosari," jelasnya.

Ada pun solusi atas pembongkaran hunian, akan disediakan oleh OPD terkait lainnya. "Saat ini masih tahap koordinasi lanjutan, sebelum nantinya penertiban ini disosialiasikan kepada warga," terang Didik.

Pemkot menyebut PKL di Jalan Transito itu tidak mengantongi izin berjualan. "Sebagian dari mereka juga menempati lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan lahan Pemkot, yakni bahu jalan. Penertiban ini juga untuk mengembalikan fungsi bahu jalan dan kawasan milik PT KAI," tandas Didik.

Pemkot bermaksud memfungsikan jalur bawah tanah itu sebagai akses pengalihan bagi pengendara motor dan kendaraan tidak bermotor, jika pembangunan jalan layang di perlintasan sebidang Purwosari dimulai pemerintah pusat.

Lokasi pembangunan underpass itu adalah bekas perlintasan sebidang di Jalan Transito, yang semula menghubungkan Jalan Transito dan Jalan Kunir (perbatasan Solo-Sukoharjo). Perlintasan sebidang itu sudah ditutup warga sejak akhir 1990-an, lantaran kerap terjadi kecelakaan.

Sementara itu Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Joko Supriyanto menerangkan, rencana pembangunan underpass Jalan Transito mulai disosialisasikan kepada pemangku kepentingan terkait.

"Tadi malam (Senin malam) sudah ada pertemuan dengan warga sekitar lokasi proyek. Kami ingin meminta masukan dari masyarakat, terkait desain underpass," kata dia.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)