• KANAL BERITA

Ratusan Ibu-ibu Menyatakan Keluar dari KPM dengan Suka Rela

Bupati Batang, Wihaji, di tengah-tengah ribuan ibu-ibu dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir dalam kegiatan Gelegar Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang, Wihaji, di tengah-tengah ribuan ibu-ibu dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir dalam kegiatan Gelegar Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com - Ibu-ibu dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir dalam kegiatan Gelegar Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang, Minggu (21/4), mendapat bingkisan spesial dari Bupati Batang. Bingkisan terima kasih diberikan kepada 217 ibu-ibu, karena mereka dinyatakan lulus dari Program PKH dan secara suka rela bersedia mengundurkan diri dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ke-217 ibu-ibu tersebut sebelumnya merupakan penerima KPM, PKH berasal dari dua Kecamatan. Yakni Kecamatan Bawang dan Reban, mereka mengundurkan diri dengan alasan ekonomi sudah membaik, maka mereka memutuskan untuk keluar dari program PKH tersebut.

Juwariyah (30), salah satu perwakilan dari Desa Polodoro, Kecamatan Reban, bersama puluhan rekannya mengatakan mendapatkan bantuan program PKH sudah sejak tahun 2013.

"Uang dari PKH sepenuhnya saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari disamping untuk modal usaha. Allhamdulilah setelah bekerja keras memutarkan uang tersebut kini toko sembako yang saya buka sudah berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan saya dan keluarga,” kata Juwariyah.

Ia mengaku, sudah merasa mampu dan mempunyai pekerjaan, sehingga memutuskan untuk keluar dari PKH tanpa ada paksaan dari siapa pun.

"Saya berharap, ada teman-teman lain yang mengikuti keputusan saya, untuk keluar dari PKH, seterusnya bisa belajar hidup mandiri tanpa ada ketergantungan dari bantuan PKH. Jujur, saya merasa malu karena ada yang lebih berhak medapatkan dari pada kita yang masih muda yang masih produktif. Mereka yang lebih berhak adalah warga jompo, atau janda yang sudah tua," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji, yang hadir bersama istri, Uni Kuslantasih Wihaji, mengaku bangga dan sangat bersyukur dapat mewisuda para KPM. Rata-rata mereka yang saat ini masih menerima bantuan menginginkan kaya tapi masih berharap bantuan dari Pemerintah.

“Gelegar PKH juga bertujuan untuk memupuk semangat kebersamaan, senasib sepenangungan, sesama warga yang kurang beruntung tetapi juga ingat kepada teman lain yang belum mendapatkan PKH. Selain itu hal yang paling penting dari wisuda ini adalah menumbuhkan kesadaran bagi para penerima manfaat untuk tidak menerima lagi, tetapi bergantian ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan bantuan tersebut,” kata Wihaji.

Dikatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian semangat dari para pendamping PKH untuk menolong masyarakat yang kurang beruntung, jangan sampai generasi ke depan bernasib sama seperti orang tuanya.

“Ke depan akan kita akan integrasikan dari sekian para penerima manfaat PKH untuk ikut bergabung dengan program seribu wirausaha baru. Sehingga di situ ada keberlangsungan dari mantan KPM mau pun yang masih aktif untuk berusaha memperbaiki perekonomian keluarganya,” kata Wihaji.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Djoko Tetuko menambahkan, kegiatan wisuda PKH merupakan kali kedua setelah tahun pertama dilaksanakan di Kecamatan Wonotunggal dengan mewisuda 200 peserta KPM dan ditahun kedua kita mewisuda 217 peserta KPM.


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)