• KANAL BERITA

Dishub Akan Pasang Speed Bump di Permukiman

Seorang pengendara melintasi speed bump (polisi tidur) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surakart, di Jalan Kutilang RT 2/RW 2 kelurahan Kerten, Laweyan, Solo, Minggu (21/4). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Seorang pengendara melintasi speed bump (polisi tidur) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surakart, di Jalan Kutilang RT 2/RW 2 kelurahan Kerten, Laweyan, Solo, Minggu (21/4). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta akan memasang speed bump (polisi tidur) di permukiman warga yang rawan kecelakaan. Namun, pemasangan akan dilakukan bertahap dan sesuai skala prioritas.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dishub Surakarta, Ari Wibowo mengungkapkan, pemasangan speed bump merupakan alat untuk membatasi kecepatan pengguna jalan khususnya di permukiman warga. Pemasangan dilakukan dengan pemberitahuan dari jajaran pemerintah bawah hingga ke kecamatan.

‘’Speed bump berbahan karet sudah sesuai dengan aturan Kemenhub sehingga tidak membayakan. Berbeda dari karet ban yang kerap digunakan warga yang jelas membahayakan pengendara dan kadang tak sesuai dengan aturan. Selain itu, ketika ada perbaikan jalan, speed bump dapat dilepas dan dipasang kembali,’’ ujarnya.

Menurutnya, jumlah speed bump milik Dishub belum mampu mencukupi seluruh permukiman kota. Oleh sebab itu, masyarakat dibolehkan membuat polisi tidur dengan catatan menyurati dari pemerintah bawah hingga ke kecamatan. Bahkan, Dishub juga siap mendampingi pembuatan speed bump yang sesuai dengan perundangan.

‘’Saat ini permintaan warga terkait pemasangan speed bump belum seluruhnya kami berikan. Namun kami tetap membolehkan membuat polisi tidur secara mandiri asal tidak membahayakan dan memiliki warna berbeda dari warna jalan agar terlihat oleh pengendara,’’ katanya.

Kasi Manajamen Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Surakarta, Mudo Prayitno, menyatakan saat ini pemasangan speed bump milik Dishub telah 30 persen. Rencananya sasaran utama pemasangan speed bumd dilakukan di kawasan Kauman, Keprabon, Sangkrah, Gandekan, Jebres dan Mangkubumen.

Pemasangan di kawasan tersebut sudah melalui tahap kajian dan skala prioritas. Biasanya dalam satu kawasan terdapat beberapa lokasi speed bump terpasang. ‘’Polisi tidur di permukiman warga tidak masalah hanya harus sesuai dengan spesifikasi seperti bentuk, warna, dan tingginya,’’ kata Mudo.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)