• KANAL BERITA

Prihatin Kondisi Pertembakauan Tak Menggembirakan, Ribuan Tumpeng Bakal Digelar

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq memberikan keterangan kepada suaramerdeka.com. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq memberikan keterangan kepada suaramerdeka.com. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, mengaku akan menggelar 1.000 tumpeng untuk mengawali masa tanam tembakau 2019. Kegiatan bernama "Slametan Wiwit Bako Merti Bhumi Phala 2019" bakal digelar meriah pada tanggal 27 April 2019. Latar belakang kegiatan ini karena dalam beberapa tahun terakhir kondisi pertembakauan di Temanggung kurang menggembirakan.

"Saya sudah komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat pertembakauan dan kesimpulan saya semua elemen itu harus duduk jadi satu, harus membangun tekat bersama-sama untuk memperbaiki kondisi pertembakauan di Temanggung yang menurut saya sudah berlangsung akut," katanya, usai meninjau proses input data C1-plano di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung.

Pihaknya berharap semua pihak dapat meluruskan pada "track" yang benar, sehingga kegiatan itu dimaksudkan sebagai upaya untuk menyatukan semua elemen pertembakauan agar bersama-sama membangun pertembakauan Temanggung yang lebih bersih, jujur, tidak saling potong, tidak saling merugikan. "Kalau saling merugikan yang benar-benar menjadi korban adalah petani," katanya.

Disebutkan ribuan tumpeng bakal tumpah ruah dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Temanggung di Alun-alun Temanggung, Sabtu (27/4) mendatang. Kegiatan akan dihadiri puluhan ribu petani tembakau dari seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. "Kegiatan ini sering diadakan oleh masyarakat di desa-desa, tetapi kali ini kita pusatkan di Alun-Alun Temanggung," katanya

Lebih lanjut Bupati Al Khadziq menuturkan, kegiatan tumpengan massal tersebut, rencananya akan dihadiri sekitar 20.000 petani tembakau. Hingga sekarang, panitia sudah mendaftar ada sekitar 2.000 tumpeng partisipasi dari masyarakat. "Mereka membawa tumpeng sendiri-sendiri beserta keluarganya, nanti kita berdoa bersama-sama di alun-alun dipimpin KH Hasyim Afandi," katanya.

Setelah doa bersama, katanya ada pentas seni dan makan tumpeng dan ingkung bersama-sama. "Kegiatan ini sebagai upaya kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar masa tanam tembakau 2019 dapat memberikan barokah yang sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Temanggung. Semoga dengan kegiatan ini mampu meningkatkan silaturahim dan semangat petani bertani tembakau," pungkasnya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)