• KANAL BERITA

Pemilik Mobil Perlu Waspadai Produk Kaca Film Black Market

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemilik mobil perlu waspada dan teliti dalam memilih kaca film untuk mobil idaman. Pasalnya, banyaknya produk-produk yang tidak resmi atau black market menjadi salah satu hal yang dapat merugikan konsumen.

Seperti halnya, Ari Siswanto (46), di mana ia memasang kaca film merk 3M Auto Film di salah satu bengkel di Kota Semarang tidak mendapatkan garansi atau waranty resmi dari 3M.

"Jadi secara harga cenderung lebih murah dari biasanya. Dapat kartu garansi juga katanya penjualnya lima tahun. Namun setelah di cek di website resmi 3M, kartu garansi itu tidak terbaca oleh sistem," kata Ari, kemarin.

Lebih lanjut Ari juga menyesalkan, pihak dari bengkel yang tidak bertanggung jawab, di mana setelah lima bulan kaca film yang sudah terpasang mulai mengelupas dan cenderung buram.

"Setelah saya cek ternyata bukan bengkel atau agen resmi dari 3M. Kartu garansi abal-abal, dan saya protes pun ke bengkel tidak di tanggapi dengan serius," ungkapnya.

Keresahan banyak beredarnya kaca film mobil tersebut pun, bukan hanya dirasakan oleh Ari di mana ia dalam posisi sebagai konsumen, agen resmi dari kaca film bermerk 3M Auto Film tersebut pun saat ini mulai resah.

Banyaknya produk kaca film 3M Black Market yang beredar bebas di pasaran mengakibatkan harga jual terjun bebas.

Salah satu pengusaha bengkel kaca film, Rheza Pramudita, tak menyangkal bahwa saat ini banyak beredar produk kaca film black market atau tidak resmi di pasaran. Salah satunya yang saat ini banyak beredar yakni kaca film merk 3M Auto Film.

"Konsumen yang datang ke bengkel banyak yang mengeluhkan hal itu. Baru pasang, lima bulan sudah ada penurunan kualitas. Setelah kami cek memang banyak penjualan kaca film 3M ilegal bukan di agen resmi 3M dan dijual di bawah harga pasaran," katanya, Kamis (18/4).

Lebih lanjut, Owner Lanjut Owner Dealer Resmi 3M Semarang Jalan Noroyono E14B, Kota Semarang itu juga mengungkapkan, kaca film ilegal meski asli namun secara kualitas tidak sama. Salah satu penyebabnya karena proses pemasangan yang asal-asalan. Selain itu, produk tersebut juga tidak meniliki garansi resmi.

"Normal untuk garansi produk resmi sampai lima tahun, namun untuk produk 3M yang dijual di bengkel tidak resmi sudah pasti tidak memiliki garansi. Bahkan ada juga bengkel yang mencetak kartu garansi sendiri, meski begitu ketika di cek untuk id kartu tersebut di sistem 3M tidak dapat dibaca oleh sistem karena garansi itu palsu," ungkapnya.

Rheza pun mencontohkan untuk merk kaca film 3M Crystalline, di mana produk asli dengan pemasangan sesuai standar profesional di bengkel resmi akan memiliki kualitas jauh lebih baik. Sementara jika dibandingkan dengan merk serupa yang didapat dari bengkel tidak resmi pasti memiliki tingkat kualitas yang tidak standar.

"Tipe 3M crystalline yang asli kalau di pasang ada warna keunguan, kalau yang palsu hitam kehijauan," katanya.

Terkait soal harga, Rheza pun mengingatkan kepada konsumen yang ingin memasang kaca film, bahwa bahwa produk khususnya merk 3M Auto Film yang asli dan dijual di agen atau bengkel resmi memiliki kisaran harga dari Rp 2 juta hingga Rp 6 juta.

"Jangan mudah terpengaruh dengan iming-iming harga yang lebih murah, karena memang banyak bengkel yang tidak resmi menjual harga yang lebih murah dari standar yang ada. Beli murah merk sama tapi secara kualitas tidak bisa di harapkan, apalagi tidak memiliki garansi resmi, itu sangat merugikan," ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Rheza, lebih baik untuk pemasangan kaca film dengan jenis merk apa pun untuk dilakukan di bengkel resmi dengan standar pelayanan dan pemasangan yang professional.

"Harus beli ke dealer resmi, jika ada bengkel aksesoris yang bukan agen resmi dari 3M menjual produk tersebut sudah di pastikan bahwa kualitas dari kaca film itu abal-abal dan tidak memiliki garansi," imbuhnya.


(Red/CN40/SM Network)