• KANAL BERITA

Anak-anak Yatim Berharap Tak Ada Lagi Sebutan Cebong dan Kampret

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SURABAYA, suaramerdeka.com - Puluhan anak yatim berdiri di tepi jalan depan kantor Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Sabtu (20/4). Mereka menyampaikan pesan melalui poster kertas agar tak ada lagi sebutan kampret dan cebong, serta seruan agar selalu hidup rukun.

Poster-poster tersebut juga ada yang berharap keikhlasan hati untuk menerima hasil pemilu: Sing Menang Rasah Jumawa, Sing Kalah Kudu Legawa (yang menang jangan sombong, yang kalah harus legawa atau ikhlas). Poster satunya mengajak masyarakat agar melupakan perselisihan pilihan politik saat pemungutan suara beberapa hari lalu, apalagi menjelang Ramadan: Ayo Move On dari Coblosan, Saatnya Persiapan Sambut Ramadan.

Anak-anak yatim itu berasal dari sejumlah panti asuhan di Surabaya dan Sidoarjo. Bersama Lembaga Amil Zakat dan Sedekah NU atau Lazis NU Jatim, mereka mengkampanyekan pesan-pesan perdamaian kepada seluruh elemen bangsa, sekaligus menyambut malam Nisfu Syaban 1440 Hijriah, momentum bermaaf-maafan menjelang dibukanya lembaran catatan amal baru setahun ke depan.

Sebagai tanda cinta kepada sesama, 99 anak yatim itu membagikan kue apem kepada para pengendara dan warga yang melintas di jalan depan kantor NU Jatim. Mereka juga beraksi jalan kaki memutari Masjid Al Akbar Surabaya. Sebelum itu, mereka bernyanyi lagu Indonesia Raya, Yaa Lal Wathan, dan selawat.

Ketua Lazis NU Jatim Afif Amrullah mengatakan, pesan-pesan perdamaian di poster yang dibawa anak yatim itu terutama ditujukan kepada para elit dan pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden. "Sudah saatnya para elite atau siapa pun pendukung pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilu 2019, bersatu kembali untuk membangun Indonesia," pungkasnya.


(VVN/CN40/SM Network)