• KANAL BERITA

Setiap Sarjana Harus Hayati Benar Tugas dan Kewajiban

Universitas Indraprasta PGRI Wisuda 1.304 Lulusan

Rektor Unindra PGRI, Prof Dr H Sumaryoto, mewisuda para sarjana dan magister  dalam acara wisuda ke-67 di Gedung Sasono Utomo TMII Jakarta. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Rektor Unindra PGRI, Prof Dr H Sumaryoto, mewisuda para sarjana dan magister dalam acara wisuda ke-67 di Gedung Sasono Utomo TMII Jakarta. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Universitas Indraprasta (Unindra ) PGRI menggelar wisuda ke-67 semester gasal tahun akademik 2018/2019. Prosesi wisuda diselenggarakan di Gedung Sasono Utomo TMII Jakarta, baru-baru ini.

Pada wisuda kali ini, jumlah wisudawan sebanyak 1.304 lulusan. Jumlah itu terdiri atas 506 wisudawan program sarjana (S1) dan 798 wisudawan pascasarjana (S2). Pada progam S1 terdiri atas empat fakultas yakni Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS), Matematika dan IPA (FTMIPA), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Teknik.

Rektor Unindra PGRI, Prof Dr H Sumaryoto menyampaikan, di era informasi dan globalisasi Unindra dihadapkan pada tantangan multidimensional, salah satunya dapat meluluskan sarjana yang profesional dan kompetitif secara global.

Pada sisi lain, dalam rangka menghadapi globalisasi, peningkatan kualitas SDM di segala bidang mutlak untuk mendapatkan prioritas. Untuk itu, setiap lulusan sarjana pendidikan harus menghayati benar tugas dan kewajibannya sebagai seorang tenaga pendidik yang profesional.

"Sebagai penunjang kompetensi bagi setiap lulusan, penambahan pengetahuan dan perluasan wawasan senantiasa berlangsung secara  terus menerus. Seperti pepatah di mana saya berada adalah sekolahku, dengan siapa saja saya bicara adalah guruku," ujar Prof Sumaryoto, dalam sambutannya.

Orasi Ilmiah

Dalam acara wisuda  juga diisi dengan orasi ilmiah bertajuk "Tantangan Era Revolusi Industri 4.0" yang disampaikan oleh salah satu dosen Irwan Agus. Dalam paparannya, Irwan Agus menyampaikan, setidaknya terdapat empat ciri dominan era Revolusi Industri 4.0 yakni internet of thing, digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Pada era ini, terdapat beberapa keterampilan prioritas tang diperlukan. Yakni, complex problem solving atau kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, critical thingking, creativity, people management, coordinating with other, decicion making, negotiation, dan serving others.

"Dengan penguasaan keterampilan tersebut ditambah keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan solusi, saya yakin para wisudawan wisudawati dapat mengantisipaso revolusi industri 4.0 dan dapat bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki selama menimba ilmu di Unindra," ujar Irwan Agus, seraya menegaskan bahwa tantangan era revolusi industri 4.0 bukan hanya tentang lapangan pekerjaan, tetapi juga untuk perguruan tinggi.


(Supriyanto/CN40/SM Network)