• KANAL BERITA

Anak PAUD Dikenalkan Kota Semarang

Naik Bus Si Kuncung

Anak-anak BKIT-TKIT Bina Amal dengan menggunakan baju adat daerah masuk ke dalam bus tingkat milik Pemkot Semarang, Si Kenang.(suaramerdeka.com/Moh Khabib Zamzami)
Anak-anak BKIT-TKIT Bina Amal dengan menggunakan baju adat daerah masuk ke dalam bus tingkat milik Pemkot Semarang, Si Kenang.(suaramerdeka.com/Moh Khabib Zamzami)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Puluhan anak-anak BKIT-TKIT Bina Amal diajak berkeliling Kota Semarang Naik bus tingkat. Mereka berkeliling menggunakan bus tingkat milik Pemkot Semarang yakni Si Denok dan Si Kenang.

Kepala BKIT-TKIT Bina Amal, Sakdiyah mengatakan, pada kegiatan puncak kali ini bertema tentang kota semarang. Hal itu sesuai dengan pembelajaran tematik yang diajarkan di sekolah.

"Anak-anak dikenalkan tentang Kota Semarang misalnya monumen bersejarah, taman, tugu dan lain sebagainya. Termasuk pasar tradisional dan tempat-tempat bersejarah di Kota Semarang," katanya saat transit di Taman Kasmaran, Jalan Dr Sutomo, belum lama ini.

Tidak hanya itu, saat berkeliling mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang mengenakan pakaian adat tradisional Jawa, Riau, hingga pakaian adat Papua. 

Hal ini sesuai dengan nilai karakter yang dikembangkan di sekolah antara lain cinta tanah air. Mereka dikenalkan dengan macam-macam pakaian adat agar mengenal keragaman budaya bangsa lebih luas. 

Kegiatan ini, kata Sakdiyah, sekaligus memperingati Hari Kartini yang diantaranya menanamkan kemandirian. Diharapkan, anak-anak mencontoh sikap mandiri yang ditunjukkan oleh Raden Ajeng Kartini meski pun dia berasal dari keluarga berada.

"Melatih anak-anak melepas baju sendiri, menggunakan sepatu sendiri intinya mengerjakan segala sesuatunya sendiri sehingga bisa mandiri. Selanjutnya, melatih kepercayaan diri, kami pupuk anak agar berani  tampil dengan kegiatan pada pagi ini," sambung dia.

Selanjutnya, keberanian sosok kartini sosok yang berani harapannya anak-anak berani mengemukakan pendapat, berani menolak ketika diajak teman berbuat yang tidak baik. Terakhir, tentang semangat bercita-cita

"Sejak dini kami tanamkan kepada anak-anak agar memiliki cita-cita yang besar semangat belajar untuk meraih cita-cita," ujarnya.

Raut muka sumringah terlihat pada anak-anak TKIT Bina Amal tersebut. Di atas bus sesekali mereka menunjuk dan berteriak: Wah itu Tugumuda.

Seluruh siswa menikmati keindahan dan suasana perjalanan menyusuri Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan rutin menyesuaikan tema yang diangkat. 

 


(Mohammad Khabib Zamzami/CN40/SM Network)