• KANAL BERITA

PPDB TK/SD/SMP Kota Magelang Terapkan Sistem Zonasi

Pemerataan Mutu Pendidikan

SISTEM ZONASI: Sejumlah kepala sekolah mengikuti sosialisasi tentang petunjuk teknis penerimaan PPDB tingkat SD-SMP tahun ajaran 2019/2020 yang tahun ini sudah menerapkan sistem zonasi. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
SISTEM ZONASI: Sejumlah kepala sekolah mengikuti sosialisasi tentang petunjuk teknis penerimaan PPDB tingkat SD-SMP tahun ajaran 2019/2020 yang tahun ini sudah menerapkan sistem zonasi. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK-SD-SMP tahun ajaran 2019/2020 di Kota Magelang mulai menerapkan sistem zonasi. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang tertanggal 5 April 2019.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufik Nurbakin mengatakan, sistem ini wajib diterapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Di antara tujuannya meningkatkan pemerataan mutu pendidikan yang berdampak pada distribusi guru dan pembelajaran.

“Dari tahun lalu kita diwajibkan memakai sistem zonasi, tapi baru tahun ini bisa kita terapkan. Dengan sistem ini, nantinya tidak ada sekolah favorit dan ke depan mutu sekolah negeri harus sama dengan sekolah swasta, sehingga ada pemerataan guru yang berkualitas,” ujarnya, Sabtu (20/4).

Dia menuturkan, tahun ini seleksi PPDB dilaksanakan dengan 3 jalur. Antara lain jalur zonasi untuk TK dan SD 95 persen dan untuk SMP 90 persen, jalur prestasi untuk SMP 5 persen, dan jalur mutasi orang tua untuk TK/SD/SMP 5 persen.

Adapun jalur zonasi terdiri dari zona 1 untuk calon peserta didik yang berdomisili di Kota Magelang dan zona 2 untuk yang berdomisili di luar Kota Magelang. Domisili kota dibuktikan dengan KK dan atau surat domisili yang dikeluarkan RT/RW disahkan kelurahan minimal telah berdomisili 6 bulan.

“Apabila kuota zonasi belum terpenuhi dari pendaftar zona 1, maka dipenuhi dari pendaftar zona 2. Dengan sistem ini, memberi peluang luas bagi peserta luar kota untuk sekolah tingkat SMP di Kota Magelang,” katanya.

Peluang luas ini, kata Taufik, salah satunya disebabkan daya tampung SMP dari zona 1 diperkirakan hanya terserap sekitar 60 persen. Pasalnya, kemungkinan besar lulusan SD banyak yang terserap ke sekolah-sekolah non-negeri, termasuk MTs.

“Kami perkirakan lulusan SD dibanding daya tampung di SMP masih lebih banyak daya tampungnya. Sehingga, peserta dari luar kota bisa leluasa mengisinya,” tuturnya.

Untuk jalur prestasi, pihaknya sudah memiliki formula berupa piagam prestasi dengan sistem poin untuk beberapa tingkat kejuaraan. Di antaranya kejuaraan tingkat internasional memiliki poin tertinggi, lalu di bawahnya tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan.

Kemudian hafidz atau penghafal Al-Quran dan kitab suci agama lain yang juga memiliki tingkatan nilai tertentu. Hafal lebih dari 7 juz mendapat nilai 3,00 (setara juara nasional), 4-6 juz nilai 2,25, 2-4 juz nilai 1,50, dan 1-2 juz nilai 0,75.

“Kalau jalur mutasi, cukup melampirkan surat keterangan mutasi pekerjaan orang tua dari instansi atau badan usaha tempat bekerja,” imbuhnya.


(Asef Amani/CN19/SM Network)