• KANAL BERITA

Menkeu Sampaikan Tiga Hal Utama yang Perlu Dilakukan Presiden Bank Dunia Baru

Foto: Bloomberg
Foto: Bloomberg

WASHINGTON DC, suaramerdeka.com – Tiga langkah prioritas yang perlu dijalankan oleh David Malpass, Presiden Grup Bank Dunia (World Bank Group) yang baru terpilih, disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat menjadi salah satu pembicara dalam Joint Seminar Bretton Woods Committee and Center for Global Development.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Spring Meetings Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) – Grup Bank Dunia (World Bank Group/WBG) tahun 2019. Untuk Presiden Bank Dunia terpilih, Menkeu menyampaikan bahwa pengetahuannya tentang Bank Dunia perlu terus di-update.

“Beliau telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada tahun 1980 dan pengetahuannya harus ditingkatkan. Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal,” ungkap Menkeu.

Ia menambahkan, sejak kepemimpinan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick telah terjadi banyak perubahan di tubuh organisasi Bank Dunia termasuk dalam hal proses bisnis. Bank Dunia telah melakukan reformasi sehingga lebih gesit dan responsif dalam merespon isu korupsi dan demokratisasi data.

Kedua, Menkeu berharap Malpass memiliki concern pada isu spesifik sebagaimana kepemimpinan Presiden Bank Dunia sebelumnya. Menkeu menyakini Malpass yang merupakan ekonom akan memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara termasuk negara kecil, negara miskin, fragile, dan negara kepulauan.

“Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara,” ujar Menkeu.

Selanjutnya, Menkeu menyampaikan kebijakan yang akan banyak ditunggu adalah penanganan terkait middle income country khususnya Tiongkok. Ketiga, pada masa kepemimpinan Zoellick, ada isu spesifik yang menjadi perhatian yaitu korupsi dan transparansi data.

Pada masa Jim Kim, perhatian tertuju pada isu sumber daya manusia dan perubahan iklim. “Mungkin di era Malpass, dia akan lebih concern pada koefisien gini, inequality, kebijakan bagaimana negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal,” ujar Menkeu.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)