• KANAL BERITA

Kecamatan Weru Belum Tersentuh PDAM

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Dari 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo tersisa satu kecamatan yang belum tersambung atau tersambung saluran PDAM, yaitu Kecamatan Weru. Oleh karenanya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sukoharjo terus memperluas jariangan dengan menambah jumlah pelanggan.

"Satu kecamatan di Kabupaten Sukoharjo belum tersentuh air PDAM. Itu di Kecamatan Weru dan merupakan daerah rawan air," ujar Kabid Teknik PDAM Sukoharjo, Mat Hasyim.

Kondisi medan di wilayah Kecamatan Bulu yang pergunungan menjadi salah satu kendala kenapa pipa PDAM belum tersambung, sehingga kesulitan saat petugas memasang pipa untuk menyalurkan air. Apalagi investasi besar, sumber air dari Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari berjarak sekitar 10 kilometer.

"Wilayahnya naik itu jadi kendala. Investasinya anggaran besar untuk menyalurkan air PDAM. Berdasarkan survei air akan di pompa tiga kali. Walaupun itu untuk wilayah Weru tapi juga bisa di wilayah Tawangsari yang belum tersambung,’’ ungkapnya. 

Untuk menyambung saluran PDAM ke wilayah Weru harus menggandeng Pemerintah Pusat mengingat investasinya terlalu tinggi. Kalau dari APBD tidak memungkinkan dan masalah ini sudah dilaporkan dan di ajukan ke pusat.

Padahal untuk detail enggenering design (DED) sudah dibuat dan tinggal realisasinya. Pengajuan ke pemerintah pusat sejak 2013 dan tiap tahun terus mengajukan. Tapi belum ada respons, selama ini  untuk warga dilayani program pansimas.

Jika musim kemarau wilayah Weru kesulitan air harus droping. ‘’Kita terus berupaya menyalurkan air PDAM ke sana,’’ imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan Perumda PDAM Sukoharjo, Retno Wardani mengatakan tahun 2019 ini menargetkan penambahan pelanggan PDAM di atas 3.000.


(Ari Welianto/CN19/SM Network)