• KANAL BERITA

Bendung Notog Belum Juga Diperbaiki

BENDUNG RUSAK : Bendung Notog di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, dalam kondisi rusak. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
BENDUNG RUSAK : Bendung Notog di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, dalam kondisi rusak. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Petani di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, meminta kerusakan Bendung Notog diperbaiki untuk menjaga kelangsungan pertanian padi."Bendung Notog sudah lama rusak. Kami minta agar bisa diperbaiki," kata Wito, warga Kalinusu,  Jumat (19/4).

Dia menjelaskan, Bendung Notog selama ini diandalkan untuk memasok air bagi lahan pertanian padi seluas lebih kurang 243 hektare. Saat ini, hampir seluruh badan bendung jebol sehingga air sungai tidak bisa ditampung dan dialirkan ke sawah sawah warga.

Berulangkali warga membuat bendung darurat, namun berulang kali pula jebol dihantam banjir. Menurut Wito, usulan perbaikan bendung sudah diajukan oleh pemerintah. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan bendung.

"Kalau sekarang masih bisa andalkan air hujan. Tapi bagaimana kalau kemarau tiba," kata dia.

Staf Pemdes Kalinusu Sugiarto mengatakan perbaikan bendung Notog telah diusulkan."Ke Pemprov Jateng kami juga mengusulkan pembangunan groundsil sebagai pengganti bendung. Mudah mudahan bisa diwujudkan," katanya.

LSM Penyelamat Air Tanah dan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Brebes M Jamil mengatakan hampir seluruh bangunan bendu pertanian di DAS Keruh saat ini dalam kondisi rusak."Bendung Kembang di Sirampog dan Bendung Bulakan di Penggarutan Bumiayu juga rusak," kata dia.

Jamil berharap kerusakan infrastruktur itu dapat segera ditangani karena menyangkut kelangsungan sektor pertanian."Maju tidaknya pertanian itu tergantung bagaimana dukungan infrastruktur seperti bendung dan irigasi," kata dia.


(Teguh Inpras Tribowo/CN19/SM Network)