• KANAL BERITA

Tertimbun Tambang Kapur, Satu Tewas, Satu Luka Berat

OLAH TKP : Sejumlah anggota kepolisian menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus longsornya tebing kapur. (Foto suaramerdeka.com/Beni Dewa)
OLAH TKP : Sejumlah anggota kepolisian menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus longsornya tebing kapur. (Foto suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Tambang tradisional batu kapur Pegunungan Kendeng di Dukuh Gadu, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, runtuh menimpa dua pekerja, Kamis (18/4) pagi. Satu korban tewas dan seorang lagi luka berat setelah tertimbun tebing batu kapur.

Sejumlah saksi mengatakan, pagi itu,  sejumlah warga beraktivitas di penggilingan batuan kapur di depo tambang tradisional batu kapur di lahan milik Fatkhur, Kamis (18/4) pagi. Namun sekitar pukul 10.00, bukit tiba-tiba longsor menimpa dua pekerja, Joko (35) dan Rebo (55) yang tengah menggiling batu kapur di bawah tebing.

Sementara Muryono dan Ahmad Arifin, saksi kejadian tersebut kebetulan tengah berada di warung di dekat lokasi kejadian. Melihat kejadian tersebut, kedua saksi kemudian langsung meminta pertolongan kepada operator alat berat yang kebetulan tengah berada di tambang di sebelah tempat kejadian perkara (TKP).

Proses evakuasi segera dilakukan hingga akhirnya kedua korban berhasil diketemukan. Namun korban Rebo ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka robek pada kepala belakang, dan patah tulang belakang.

Sementara korban Joko berhasil diselamatkan meski mengalami luka berat.Dia mengalami luka patah di pergelangan kaki kanan dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit Yakkum Purwodadi.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Sukolilo AKP Surpiyono menyebut kasus tersebut saat ini tengah dalam pendalaman petugas. Tambang yang menjadi lokasi kejadian itu sendiri disinyalir illegal.

‘’Dari hasil pemeriksaan dokter luka yang dialami korban disebabkan tertimpa batuan kapur. Sedangkan korban meninggal diduga gagal napas setelah tertimbun batuan kapur ditambah luka serius yang dideritanya,’’ terangnya.

Saat ini petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti linggis, palu, cangkul yang diduga peralatan untuk menambang serta mesin diesel utnuk penggilingan batu kapur.

‘’Saat ini kami juga telah mengamankan TKP dan memintai keterangan  sejumlah saksi dalam kejadian tersebut,’’ kata Kapolres.


(Beni Dewa/CN19/SM Network)