• KANAL BERITA

Sejumlah PMI Gagal Mencoblos di Hong Kong

Ilustrasi / istimewa
Ilustrasi / istimewa

HONG KONG, suaramerdeka.com - Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengaku kecewa karena gagal untuk memberikan hak suara pada pemilu 2019.Mereka khususnya para pemilih yang menggunakan metode pos, yang hingga saat ini tidak menerima kiriman surat suara.

Seperti dilansir RRI, Hartatik menjadi salah satu PMI yang kehilangan hak suaranya karena surat suaranya tidak diketahui dimana keberadaannya.

Hartatik sudah mendaftar melalui relawan pemilusejak bulan Agustus 2018. Dia juga memastikan bahwa alamatnya sudah sesuai agar surat suara yg dikirim melalui pos bisa dia terima.

“Sudah saya cek di EPPLN (aplikasi). Sudah benar, jelas (alamatnya). Kok ga ada surat masuk sampai hari ini,” ujar Hartatik, Jumat (19/4).

“ya pasti kecewa. Satu suara itu penting untuk Indonesia.”tambahnya.

Kejadian serupa juga dialami oleh PMi lainnya, Maryati (bukan nama sebenarnya). Dia juga memilih metode pos untuk memberikan suaranya pada pemilu kali ini dengan alasan karena praktis dan tidak mengganggu pekerjaannya.

Sama seperti Hartatik, dia pun tidak menerima kiriman surat suara tersebut. Padahal dia sudah memastikan juga jika alamatnya sudah benar, karena dia tidak pernah berpindah majikan sejak pertama kali dia datang ke Hongkong.

“Trus saya tunggu tunggu kok ga dapet surat dari pos. Saya setiap hari  sampai 3 kali lihat itu kotak pos,” katanya.

Menanggapi keluhan sejumlah PMI yang belum menerima kiriman surat suara melalui pos, meskipun alamatnya sudah benar dan jelas, Ketua PPLN Hongkong, Suganda Supranto, mengatakan jika hal tersebut bisa disebabkan karena berbagai factor.

“Ada banyak factor. Ada yang kuncinya dipegang majikan. Ada yang memang dipegang mereka karena majikan titipkan kuncinya ke anak-anak kita (PMI) itu. Ada yang dibuka tiap hari (kotak pos), ada yang seminggu sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suganda menyampaikan bahwa surat suara melalui pos telah dikirim oleh panitia pemilihan luar negeri sejak tanggal 15 Maret 2019. Dia menambahkan jika pos di Hongkong biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk bisa sampai ke alamat tujuan.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari PPLN Hongkong mengenai jumlah surat suara melalui pos yang sudah diterima dan ikut dihitung dalam penghitungan surat suara tanggal 17 April lalu. PPLN Hongkong belum mengeluarkan rilis resmi rekapitulasi penghitungan suara pemilu di Hongkong 2019.


(RRI/CN42/SM Network)