• KANAL BERITA

PT Taspen (Persero) Gelar Sosialisasi Stunting

SOSIALIASASI STUNTING: Warga Desa Pandak, Kecamatan Baturraden mengikuti sosialisasi tentang stunting yang digelar PT Taspen Persero, dan Dinkes Banyumas, di Balai Desa Pandak, Selasa (16/4). (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika)
SOSIALIASASI STUNTING: Warga Desa Pandak, Kecamatan Baturraden mengikuti sosialisasi tentang stunting yang digelar PT Taspen Persero, dan Dinkes Banyumas, di Balai Desa Pandak, Selasa (16/4). (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika)

PURWOKERTO - Sejumlah warga Desa Pandak, Kecamatan Baturraden disosialisasi mengenai stunting, Selasa (16/4). Sosialisasi digelar kantor Cabang PT Taspen (Persero) Purwokerto bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Banyumas. Kepala Kantor Cabang PT Taspen (persero) Purwokerto Jhon Irwan mengatakan, sosialisasi tentang stunting digelar PT Taspen dalam rangka peringatan ulang tahun ke-56 PT Taspen (Persero).

Menurutnya sosialisasi mengenai stunting dipilih, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan stunting. ”Mengapa kita gelar sosialisasi mengenai stunting, itu agar masyarakat sadar, masa depan anak-anak sangat berguna bagi kemajuan desa pada khususnya, dan akhirnya bermuara pada kemajuan bangsa dan negara,” jelasnya.

Adapun stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang, jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Pasar Murah

Dikatakan, selain menggelar sosialisasi mengenai stunting, pihaknya juga akan menggelar pasar murah di beberapa lokasi. Pemilihan lokasi akan dilakukan untuk memastikan tempat pelaksanaan, benar-benar telah sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

”Salah satu lokasi kemungkinan akan disuplai ke Desa Pandak,” tutur Jhon. Sementara itu Kepala Desa Pandak Rasito mengatakan, 13 persen anak-anak di wilayah Desa Pandak memang mengalami stunting.

Maka dari itu, ia berterimakasih atas perhatian, dan dukungan berbagai pihak dalam mengatasi stunting. ”Kami terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan warga, dari APBDes sebesar Rp 5,4 miliar, dialokasikan Rp 300 juta untuk bidang kesehatan. Dengan adanya sosialisasi dari PT Taspen kita juga senang karena ada dukungan dari lembaga lain,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, guna meningkatkan derajat kesehatan warga pihaknya juga berencana membangun poliklinik pratama. Hal itu, menurutnya menjadi salah satu upaya mendekatkan fasilitas kesehatan, serta menggaungkan promosi kesehatan kepada warga masyarakat.


(Gayhul Dhika/CN26/SM Network)